Manggarai Barat, NTT - Sebanyak 132 siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).
Para siswa menunjukkan gejala mual, muntah, nyeri perut, dan diare dirawat di Puskesmas Golowelu, sedangkan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. Sementara Dua siswa masih menjalani perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, Sabtu (31/1/2026), merinci penyebaran korban di lima sekolah: SMAN 1 Kuwus (42 siswa), SMKN 1 Kuwus (9), SMPN 2 Kuwus (31), SDI Golowelu 2 (20), dan SDI Golo Bombong (30).
Menu MBG yang dikonsumsi meliputi nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, sayur taoge, sayur labu, sayur sawi hijau, dan buah semangka.
Menu tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kuwus Barat.
Tim surveilans Dinkes Manggarai Barat telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium, yang hasilnya masih dalam proses.
Akibat insiden ini, operasional dapur MBG di Kuwus Barat ditutup sementara. Koordinator wilayah SPPG Kabupaten Manggarai Barat memerintahkan penghentian seluruh produksi dan distribusi makanan hingga observasi internal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selesai dan protokol keamanan pangan dipastikan terpenuhi.
Keracunan massal ini juga memicu penolakan MBG dari beberapa sekolah, termasuk SMPN 2 Kuwus, yang menghentikan pembagian MBG untuk 31 siswa yang terdampak.
Kepala sekolah Agustinus Angkur menyatakan penolakan dilakukan demi keselamatan siswa dan mengikuti instruksi penutupan sementara dari SPPG.
Sekretaris Daerah Manggarai Barat sekaligus Ketua Satgas Program MBG, Fransiskus Sales Sodo, meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
Ia tegaskan tim BGN dan Dinas Kesehatan sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab keracunan.
"Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk kejelasan selanjutnya. Akan segera diambil langkah antisipatif untuk memastikan keamanan program MBG di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat," ujarnya.
Dinas Kesehatan Manggarai Barat melaporkan, inspeksi kesehatan lingkungan dapur MBG mencapai skor 94%, termasuk kategori sangat baik.
Pengujian air minum dan air bersih juga menunjukkan hasil negatif terhadap bakteri E. coli dan Total Koliform, sehingga air bukan sumber dugaan keracunan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.