Koordinasi dapat dilakukan dengan Kemensos, dinas sosial, maupun BPJS Kesehatan.
Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pihaknya akan melakukan verifikasi lapangan terhadap 106.153 peserta PBI yang sebelumnya dinonaktifkan namun kini diaktifkan kembali secara otomatis. Proses pengecekan ini ditargetkan rampung pada 14 Maret mendatang.
Tak hanya itu, sekitar 11 juta peserta PBI nonaktif lainnya—setara dengan 5,9 juta keluarga—juga akan diverifikasi dalam waktu sekitar dua bulan. Proses ini melibatkan BPS daerah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta mitra statistik.
Amalia menjelaskan bahwa sistem desil ditetapkan secara nasional menggunakan sekitar 40 indikator kesejahteraan, bukan sekadar melihat pendapatan. Karena itu, hasil pengelompokan di tingkat nasional bisa berbeda dengan penilaian daerah.
Masyarakat pun didorong memanfaatkan fitur usul-sanggah di aplikasi Cek Bansos dengan melengkapi formulir dan bukti pendukung seperti kondisi rumah maupun kepemilikan aset.
Sebagai informasi, desil merupakan metode pemeringkatan kesejahteraan masyarakat yang terbagi dalam 10 tingkat.
Desil 1 mencakup kategori sangat miskin, disusul miskin, hampir miskin, rentan miskin, hingga kelompok berpendapatan rendah. Sementara desil 6 hingga 10 mencakup kategori menengah bawah sampai kelompok elite.
Dengan pembaruan dan verifikasi berkelanjutan, pemerintah berharap bantuan PBI semakin tepat sasaran dan memberi dampak maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.