MENU
2 Agen ICE Dihentikan Sementara Kasus Penembakan Alex Pretti
WA FB
Dunia

2 Agen ICE Dihentikan Sementara Kasus Penembakan Alex Pretti

T Editor : Tumpal Pandapotan | 29 Jan 2026 | 16:42 WIB
2 Agen ICE Dihentikan Sementara Kasus Penembakan Alex Pretti
Alex Pretti bergumul dengan petugas. The Guardian

Washington, Sinata.id - Dua agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (Immigration and Customs Enforcement/ICE) diberhentikan sementara menyusul insiden penembakan yang menewaskan Alex Pretti di Minneapolis, Minnesota. Kendati demikian, otoritas federal hingga kini belum membuka identitas kedua petugas yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Juru Bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS), Tricia McLaughlin, menyatakan bahwa pemberhentian sementara itu dilakukan sesuai prosedur standar penanganan insiden yang melibatkan penggunaan senjata api oleh aparat.

Berdasarkan pemeriksaan awal internal ICE, kedua agen diketahui melepaskan tembakan yang berakibat fatal terhadap Pretti.

Insiden penembakan terjadi saat agen federal melaksanakan operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis. Operasi tersebut dilaporkan memicu ketegangan dan protes warga di sekitar lokasi kejadian.

DHS menyebut tindakan petugas dilakukan dalam konteks operasi terhadap seorang imigran tanpa dokumen yang diklaim sebagai buronan kasus kekerasan.

Namun, narasi resmi pemerintah federal menuai sorotan setelah sejumlah rekaman video yang beredar luas menunjukkan versi kejadian yang berbeda. Dalam video tersebut, Pretti tampak merekam aktivitas aparat sebelum didorong, disemprot cairan kimia, dan dijatuhkan ke tanah.

Beberapa detik kemudian terdengar teriakan yang menyebut Pretti membawa senjata, disusul rentetan tembakan. Sedikitnya sembilan kali letusan senjata terdengar dalam rekaman.

Pejabat pemerintah kota Minneapolis menyatakan bahwa bukti visual tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan klaim awal yang menyebut Pretti hendak menyerang petugas menggunakan senjata api.

Perbedaan versi inilah yang kemudian memicu tuntutan publik agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan independen.

Komandan Patroli Perbatasan Amerika Serikat, Gregory Bovino, menilai insiden tersebut sebagai situasi ancaman serius terhadap keselamatan aparat. Ia menyatakan bahwa tindakan Pretti menunjukkan niat untuk menyerang petugas penegak hukum.

Pernyataan itu dibantah oleh Gubernur Minnesota, Tim Walz, yang menilai penjelasan pemerintah federal tidak sesuai dengan bukti visual yang tersedia.

“Apa yang saya lihat dari rekaman tersebut sangat sulit dipercaya,” ujar Walz, seraya menyebut video dari berbagai sudut pandang menunjukkan situasi yang menurutnya mengerikan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.