MENU
221 Bencana Hantam Sumut Empat Hari Tanpa Henti, Jumlah Korban Terus B...
WA FB
News

221 Bencana Hantam Sumut Empat Hari Tanpa Henti, Jumlah Korban Terus Bertambah

R Editor : Redaksi Sinata | 27 Nov 2025 | 19:33 WIB
221 Bencana Hantam Sumut Empat Hari Tanpa Henti, Jumlah Korban Terus Bertambah
Korban bencana Sumut memuncak, 221 kejadian longsor, banjir, dan angin kencang menewaskan 43 orang, ratusan luka-luka, serta puluhan hilang. (Ist)

Sinata.id - Rentetan bencana alam yang menghantam Sumatera Utara memasuki fase paling kritis. Dalam laporan terbaru yang diterima Kamis (27/11/2015) siang, jumlah kejadian bencana melonjak hingga 221 peristiwa dalam rentang empat hari, memperlihatkan betapa intensnya curah hujan ekstrem yang terus mengguyur provinsi ini tanpa jeda.

Data yang dirilis Polda Sumatera Utara (Sumut) mencatat 212 korban terdampak, termasuk 43 meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 warga masih belum ditemukan.

Sementara 1.168 jiwa terpaksa mengungsi setelah permukiman mereka diterjang banjir, longsor, dan ambruknya sejumlah akses utama.

Di Tapanuli Utara terdapat 54 kejadian, 41 korban, dengan 9 warga meninggal dan 31 masih hilang.

Sedangkan di Tapanuli Tengah terdapat 44 kejadian, menyebabkan 4 korban meninggal dan 3 lainnya belum ditemukan.

Hujan tanpa henti membuat lereng-lereng bukit runtuh satu per satu, menutup jalan lintas, menimbun rumah, dan menjerat sejumlah desa dalam kondisi terisolasi. Korban Terbanyak di Tapanuli Selatan Wilayah dengan dampak paling berat adalah Tapanuli Selatan. Dalam rilis resmi, tercatat 90 korban, meliputi 17 meninggal dunia dan 73 luka-luka.

Lebih dari 500 warga harus meninggalkan rumah menyusul longsoran besar yang menghantam beberapa kecamatan sekaligus.

“Banyak rumah hanyut, sebagian tertimbun. Ada desa yang benar-benar tidak bisa dijangkau,” demikian laporan awal petugas lapangan.

Mandailing Natal, Pakpak Bharat & Wilayah Lain Tak Luput dari Ancaman

Beberapa daerah lain turut melaporkan kondisi darurat, berikut rinciannya:

Mandailing Natal: 12 kejadian; tanpa korban jiwa, namun 400 penduduk mengungsi.

Padang Sidempuan: 1 korban meninggal; 120 warga mengungsi.

Pakpak Bharat: 24 kejadian longsor; 2 korban meninggal dunia.

Langkat: 23 kejadian banjir; 750 warga lari ke lokasi aman.

Nias Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, dan Serdang Bedagai juga masuk dalam daftar wilayah terdampak setelah hujan ekstrem memperparah kondisi tanah dan sungai. Operasi Tanggap Darurat Polda Sumut mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia. Ditsamapta dan Brimob disebar ke sejumlah titik terparah untuk pembersihan badan jalan, evakuasi, dan operasi SAR.

Di sejumlah lokasi yang terputus total, jaringan Starlink dipasang kembali oleh Bid TIK untuk memulihkan komunikasi dengan tim lapangan.

Tim Dokkes bergerak memberikan layanan medis, sementara personel lalu lintas ditempatkan untuk mengurai kepadatan di rute alternatif.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.