Jakarta, Sinata.id – Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan dukungan terhadap percepatan pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dukungan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatra bersama pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat RI pada Rabu (18/2/2026).
Dalam rapat, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan parlemen menyetujui alokasi dana tanggap darurat sebagai tambahan anggaran untuk mempercepat perbaikan infrastruktur publik, termasuk fasilitas pendidikan. Dana juga diperuntukkan bagi pemulihan sarana kesehatan dan rumah ibadah di daerah terdampak.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta agar program revitalisasi satuan pendidikan dilaksanakan secara menyeluruh.
Ia menekankan bahwa pemulihan tidak terbatas pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mencakup pemenuhan perlengkapan belajar, peralatan pendukung, serta bantuan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan, hingga 15 Februari 2026 kementeriannya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama revitalisasi untuk 746 sekolah terdampak dengan total anggaran lebih dari Rp866,5 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp231,7 miliar telah dicairkan dan sisanya masih dalam proses penyaluran.
Selain perbaikan bangunan sekolah, kementerian menyalurkan bantuan khusus kepada 36.074 guru dan tenaga kependidikan terdampak dengan nilai lebih dari Rp220,5 miliar.
Bantuan diberikan sebesar Rp2 juta per orang per bulan selama tiga bulan. Pemerintah juga mencairkan Aneka Tunjangan Guru tanpa mensyaratkan beban mengajar dengan total anggaran Rp508,9 miliar.
Untuk mendukung operasional sekolah, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) disalurkan kepada sekitar 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten terdampak dengan total Rp1,98 triliun. Sekolah diberikan fleksibilitas penggunaan dana sesuai kebutuhan masing-masing.
Pada akhir Februari 2026, kementerian akan melanjutkan penandatanganan kerja sama revitalisasi bagi 1.204 sekolah tambahan. Proses verifikasi dan pembukaan rekening juga tengah dilakukan bagi 13 ribu guru penerima Tunjangan Kinerja Guru senilai Rp83,3 miliar.
Kementerian turut mengusulkan Anggaran Biaya Tambahan sebesar Rp2,4 triliun untuk mempercepat pemulihan menyeluruh sektor pendidikan di tiga provinsi tersebut.
Sejumlah dukungan lain telah disalurkan, antara lain 33 ribu paket perlengkapan sekolah, 168 tenda, 160 ruang kelas darurat, hampir 198 ribu buku pembelajaran, serta layanan dukungan psikososial bagi ratusan satuan pendidikan. Dana Operasi Pendidikan Darurat juga diberikan kepada 1.569 sekolah.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.