MENU
608 ASN PPPK Ikuti Pembinaan Kemenag Aceh Timur
WA FB
Regional

608 ASN PPPK Ikuti Pembinaan Kemenag Aceh Timur

R Editor : Redaksi Sinata | 28 Aug 2025 | 22:15 WIB
608 ASN PPPK Ikuti Pembinaan Kemenag Aceh Timur
Kemenag Aceh Timur Latih 608 ASN PPPK Angkatan I Tingkatkan Profesionalisme dan Integritas.

Aceh Timur, Sinata.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Timur menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bagi 608 Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) angkatan I tahun 2025.

Program ini berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Agustus 2025, di Aula Open Room Kemenag Aceh Timur, dan dibagi ke dalam empat sesi kegiatan.

Mengusung tema “Menguatkan Tata Laksana, Budaya Kerja, dan Integritas ASN PPPK Kementerian Agama”, kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur, H. Salamina.

Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya peran ASN PPPK sebagai penguat birokrasi yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan layanan keagamaan dan pendidikan yang optimal.

“ASN PPPK harus berpedoman pada Asta Protas Kementerian Agama serta Asta Cinta Presiden Prabowo dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Hal ini menjadi pijakan utama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujar H. Salamina.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut antara lain Kasubbag TU Saiful Bahri, SPdI, MPd, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Sadli, SPdI, Kasi Bimas Islam H. Muhammad Mansyur, serta Analis Kepegawaian Saiful Azmi. Peserta kegiatan mayoritas berasal dari kalangan guru dan tenaga kependidikan PPPK di lingkungan Kemenag Aceh Timur.

Kasubbag TU, Saiful Bahri, menjelaskan bahwa pembinaan ASN PPPK tahun ini dibagi ke dalam empat tahap secara berkesinambungan selama periode 25–28 Agustus 2025. Ia menekankan pentingnya proses pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kasi Penmad Sadli menyoroti urgensi penerapan tata laksana yang baik dalam menjalankan tugas, sekaligus menumbuhkan budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Kementerian Agama.

“Model pembinaan ini dirancang agar seluruh peserta memperoleh materi secara merata, lebih terfokus, dan interaktif,” jelasnya.

Dalam kesempatan lain, Kasi Bimas Islam H. Muhammad Mansyur menekankan peran penting penyuluh agama di lapangan. Menurutnya, tugas penyuluh tidak hanya sebatas menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga membangun harmonisasi sosial dan memperkuat moderasi beragama.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh Kakankemenag, Kasubbag TU, Kasi Penmad, dan Analis Kepegawaian. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang berbagi pengalaman serta tantangan praktis di lapangan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.