MENU
8 Tahun Menunggu, Jembatan Penghubung Dua Desa di Asahan Segera Dibang...
WA FB
Regional

8 Tahun Menunggu, Jembatan Penghubung Dua Desa di Asahan Segera Dibangun

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Jan 2026 | 14:51 WIB
8 Tahun Menunggu, Jembatan Penghubung Dua Desa di Asahan Segera Dibangun
Kondisi akses jalan yang terputus di dua desa di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. (istimewa)

Asahan, Sinata.id – Selama hampir delapan tahun, warga Desa Sei Nadoras dan Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, hidup dalam keterbatasan akibat rusaknya akses jalan penghubung utama di wilayah tersebut.

Kondisi infrastruktur yang rusak parah membuat aktivitas warga terganggu. Akses menuju fasilitas kesehatan menjadi sulit, anak-anak harus menempuh jalur berbahaya untuk bersekolah, sementara roda perekonomian masyarakat nyaris terhenti.

Melihat kondisi tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0208/Asahan, Letkol Inf Edy Syahputra, turun langsung ke lokasi untuk mendengar keluhan warga. Dalam kunjungan itu, ia memastikan pembangunan jembatan bailey sebagai solusi guna memulihkan konektivitas antarwilayah dan menunjang aktivitas masyarakat.

Dalam dialog bersama warga dan tokoh masyarakat, berbagai keluhan disampaikan. Warga mengaku harus menempuh perjalanan memutar yang jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan atau memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami terpaksa memutar jauh sekadar pergi ke puskesmas atau pasar,” ujar salah seorang warga, Kamis (22/1/2026).

Tak hanya itu, anak-anak sekolah juga harus melintasi jalan licin dan berisiko setiap hari demi mengenyam pendidikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Letkol Inf Edy menegaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol harapan baru bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, agar TNI hadir membantu masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan akses.

“Pembangunan ini bukan hanya tentang jembatan, tetapi tentang membuka jalan menuju kehidupan yang lebih layak. TNI hadir untuk membantu rakyat dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dengan terbangunnya jembatan bailey, mobilitas warga diharapkan kembali lancar. Anak-anak dapat bersekolah dengan aman, sementara aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat perlahan dapat pulih.

Rencana pembangunan tersebut disambut antusias oleh warga. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterisolasian, masyarakat Desa Sei Nadoras dan Desa Sei Kopas kini menaruh harapan besar akan terwujudnya perubahan nyata dalam kehidupan mereka. (SN10)

 

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.