Pematangsiantar, Sinata.id — Semangat keteladanan Santo Fransiskus dari Assisi kembali digaungkan oleh PMKRI Cabang Pematangsiantar.
Digaungkan lewat Seminar Tahun Yubileum bertajuk “800 Tahun Santo Fransiskus dari Assisi” yang digelar di Aula Gereja Katolik Paroki St. Joseph, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi kader mahasiswa Katolik untuk mendalami kembali ajaran Santo Fransiskus.
Terutama tentang hidup sederhana, solidaritas kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar, Fransisco Mezgion Hutauruk, mengatakan nilai-nilai yang diwariskan Santo Fransiskus tetap relevan bagi generasi muda di tengah kehidupan modern yang semakin materialistis.
“Kita diajak melihat kembali bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kemewahan materi, melainkan pada ketulusan hati untuk berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya diutip Minggu (10/5/2026).
Seminar menghadirkan Pastor Paulus Silalahi, OFMCap dari Biara Kapusin St. Laurensius sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Pastor Paulus mengulas perjalanan spiritual Santo Fransiskus yang memilih hidup dalam kerendahan hati dan pengabdian kepada sesama.
“Jalan yang ditempuh Fransiskus adalah jalan cinta. Kekayaan sejati ditemukan saat kita mampu melepaskan ego dan merangkul kemanusiaan dengan ketulusan,” tutur Pastor Paulus.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa.
Menurutnya, Santo Fransiskus memandang alam sebagai saudara yang wajib dijaga dan dihormati.
“Mencintai alam adalah bagian dari iman. Melalui semangat Fransiskan, kita diajak menjadi penjaga bumi yang bertanggung jawab demi masa depan generasi mendatang,” katanya.
Diskusi dipandu Vincentius D.B.A. Nadeak berlangsung hangat dan interaktif.
Para peserta diajak merumuskan langkah konkret untuk menerapkan gaya hidup sederhana sekaligus aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan di kampus maupun masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Pembina, Dewan Pertimbangan, pastor, bruder, frater, dan suster.
PMKRI Pematangsiantar berharap momentum refleksi 800 tahun Santo Fransiskus melahirkan kader-kader muda.
Yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan cinta terhadap lingkungan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pekik semangat “Religio Omnium Scientiarum Anima; Pro Ecclesia et Patria” yang berarti “Agama adalah Jiwa dari Segala Ilmu Pengetahuan; Untuk Gereja dan Tanah Air.” (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.