Aceh Timur, Sinata.id – Ketua GP Ansor Aceh Timur, Zulkarnaini atau yang akrab disapa Cak Damar, menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Wali Kota Langsa, Jefri Santana, yang dinilai tidak pantas dan berpotensi memicu ketegangan antarwilayah. Ucapan Jefri yang menyebut Bupati Aceh Timur layaknya “debt collector” dianggap sebagai pernyataan tidak etis serta provokatif.
Cak Damar menegaskan, aset milik Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang berada di Kota Langsa merupakan hak sah dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menyebut, lebih dari satu dekade aset tersebut dimanfaatkan oleh Kota Langsa tanpa adanya kejelasan kompensasi.
“Jika Bupati menyatakan akan menarik kembali aset itu bila tidak ada kompensasi, hal tersebut wajar. Bayangkan saja bila dihitung setara biaya sewa selama 10 tahun, nilainya tentu jauh lebih besar,” ujarnya, Kamis (29/8/2025).
Atas nama GP Ansor Aceh Timur bersama jajaran di 24 kecamatan dan 513 desa, ia memberi tenggat waktu 3×24 jam kepada Wali Kota Langsa untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta mendatangi Pendopo Aceh Timur. “Mari duduk bersama dengan akal sehat dan sikap bijaksana, bukan sekadar melempar pernyataan tanpa pertimbangan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar Wali Kota Langsa tidak memperkeruh hubungan antardaerah dengan pernyataan yang bisa memicu konflik. “Apabila masalah ini tidak diselesaikan dengan kepala dingin, kami siap berdiri untuk mempertahankan aset daerah Aceh Timur,” pungkasnya. (SN7)