Bandung, Sinata.id – Sebuah video yang memperlihatkan aksi massa membakar sebuah bangunan mewah di Kota Bandung tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam rekaman tersebut, beredar klaim bahwa rumah dibakar di Bandung merupakan milik anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan tidak akurat.
Berdasarkan verifikasi fakta yang dilakukan Sinata.id pada Sabtu (30/8/2025), bangunan yang terletak di persimpangan Jalan Diponegoro dan Jalan Cilamaya itu merupakan aset negara yang dikelola oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Dahulu, bangunan tersebut pernah difungsikan sebagai rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat pada masa pemerintahan Gubernur R. Nuriana.
Baca Juga: Ramai Seruan Bubarkan DPR, Ahmad Sahroni: Mental Tolol
Insiden pembakaran itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Dilihat dari video yang beredar di media sosial, sekelompok massa berpakaian serba hitam melakukan penyerangan dengan melempari bangunan menggunakan batu serta benda keras lainnya sebelum api mulai membesar sekitar pukul 18.20 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sumber utama dari simpang siur informasi ini berasal dari akun media sosial X (dulu Twitter) @M_Zaimul_Abror yang mengunggah video peristiwa dengan narasi yang menyebutkan bahwa rumah tersebut milik Ahmad Sahroni. Dalam video terdengar jelas suara seseorang mengatakan, “…rumah Ahmad Sahroni dibakar,” yang kemudian memicu kesimpangsiuran informasi di publik.
Baca Juga: NasDem Geser Ahmad Sahroni dari Komisi III DPR
Klaim tersebut telah dibantah. Pihak berwenang menegaskan bahwa tidak terdapat kaitan kepemilikan antara Ahmad Sahroni dengan bangunan yang terbakar. Penelusuran juga menunjukkan tidak ada bukti dokumenter yang menguatkan klaim bahwa rumah itu adalah milik pribadi politikus tersebut.
Meskipun klaim kepemilikan terbukti keliru, peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan publik terhadap Ahmad Sahroni.
Sebelumnya, Sahroni menuai kontroversi setelah menyebut pihak-pihak yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia.”
Pernyataan tersebut memantik kemarahan masyarakat dan mendorong aksi demonstrasi di sejumlah kota besar. Gelombang protes tersebut turut diperkuat oleh ramainya tagar #SahroniOut dan #BubarkanDPR di berbagai platform media sosial.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta motif di balik aksi pembakaran tersebut. (A46)