Pematangsiantar, Sinata.id – Saat ikut aksi unjuk rasa bubarkan DPR-RI, Kamis 28 Agustus 2025 di Pejompongan, Jakarta Pusat, driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis (kendaraan taktis) Brimob Polri.
Peristiwa itu pun menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat, termasuk Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang ada di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAMKI Kota Pematangsiantar Hendra Simanjuntak MPd mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menindak tegas anggota Brimob yang mengendarai mobil rantis saat peristiwa terjadi, serta oknum lain yang terlibat.
Ditemui di Kota Pematangsiantar, sembari mengutip pernyataan sikap DPP GAMKI, Hendra Simanjuntak juga mengecam tindakan tidak manusiawi dari aparat kepolisian saat mengawal aksi unjuk rasa, di sekitar gedung DPR-RI.
“Kita sangat berharap semua tetap kondusif dan penegak hukum dapat bergerak dengan cepat menindak oknum anggota Polri yang tidak cakap melaksanakan tugasnya,” ucap Hendra.
Katanya, rentetan aksi unjuk rasa berlangsung, beranjak dari rasa kecewa dan kesalnya berbagai elemen masyarakat terhadap kenaikan tunjangan Anggota DPR-RI sebesar Rp 50 juta.
“Untuk itu, kita harus berkaca dari kondisi politik kita saat ini,” kata Hendra yang pernah tercatat sebagai bakal calon Wali Kota Pematangsiantar dari jalur perseorangan di Pilkada Pematangsiantar Tahun 2024 lalu.
Lalu Hendra mengajak seluruh warga negara, termasuk pemimpin negeri dan aparat keamanan, agar menjadikan peristiwa gugurnya Affan Kurniawan sebagai pelajaran, agar tidak ada lagi korban lain yang berjatuhan saat melakukan aksi menyampaikan pendapat di muka umum.
“Aksi demontrasi itu merupakan bentuk protes masyarakat karena tidak percaya kepada lembaga legislatif tersebut,” tandasnya.
Lebih lanjut Hendra menyampaikan pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI yang telah disebar ke seluruh DPC GAMKI se-Indonesia.
Berikut, ini sikap DPP GAMKI terhadap rentetan aksi unjuk rasa yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu di Jakarta dan berbagai daerah di Indoensia. Diantaranya:
1. Merasakan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan Driver Ojol yang dilindas oleh kendaraan Taktis (Rantis) Brimob pada Kamis 28 Agustus 2025.
2. Mendesak Kapolri untuk menegakkan hukum, dan menindak tegas para pelaku yang menyebabkan Affan Kurniawan meninggal.
3. Meminta DPR-RI untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang tidak berempati kepada aksi demontrasi dan jeritan rakyat.
4. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus berjuang menyuarakan aspirasi rakyat dengan tidak anarkis dan terprovokasi.
5. Meminta seluruh anggota DPR-RI dalam waktu 1 x 24 jam untuk mendengar dan menjawab aspirasi rakyat secara langsung dari depan gedung DPR-RI di Senayan.
6. Mendesak DPR-RI segera mengesahkan RUU perampasan aset. (SN14)