MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
AI Bisa Deteksi Kanker Lewat Suara, Ini Fakta Penelitian Terbaru
WA FB
Sains & Teknologi

AI Bisa Deteksi Kanker Lewat Suara, Ini Fakta Penelitian Terbaru

J Editor : Jansen Siahaan | 10 Apr 2026 | 07:00 WIB
AI Bisa Deteksi Kanker Lewat Suara, Ini Fakta Penelitian Terbaru
Ilustrasi suara. (freepik)

Pematangsiantar, Sinata.id – Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence kini mulai dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit hanya dari suara manusia. Inovasi ini bahkan berpotensi mengenali tanda awal kanker tanpa prosedur medis yang invasif.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola suara seseorang dapat menyimpan sinyal tersembunyi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Suara Manusia Simpan Indikator Penyakit

Mengacu pada publikasi dalam jurnal Frontiers in Digital Health, suara manusia dapat menjadi indikator awal berbagai penyakit, termasuk kanker laring atau kanker pita suara.

Secara global, penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan serius. Perubahan kecil dalam suara dapat mengindikasikan adanya gangguan pada pita suara, mulai dari kondisi ringan seperti nodul hingga tanda awal kanker.

AI Analisis Pola Suara

Dalam penelitian tersebut, tim ilmuwan menganalisis berbagai aspek suara, seperti nada, stabilitas pitch, volume, dan kejernihan suara.

Selain itu, parameter teknis seperti jitter (variasi nada), shimmer (perubahan amplitudo), serta rasio harmonik terhadap noise juga diteliti.

Data penelitian mencakup 12.523 rekaman suara dari 306 partisipan di Amerika Utara. Hasilnya menunjukkan perbedaan pola suara yang signifikan antara individu sehat, penderita gangguan pita suara, dan pasien kanker laring, khususnya pada laki-laki.

Peneliti dari Oregon Health & Science University, Phillip Jenkins, menyatakan bahwa biomarker suara dapat digunakan untuk membedakan kondisi kesehatan seseorang.

Potensi Deteksi Non-Invasif

Saat ini, diagnosis kanker laring umumnya dilakukan melalui prosedur seperti endoskopi dan biopsi yang bersifat invasif.

Teknologi berbasis AI ini dinilai berpotensi menjadi alternatif yang lebih cepat, sederhana, dan tidak menyakitkan. Suara manusia dapat dimanfaatkan sebagai biomarker praktis untuk mendeteksi risiko kanker sejak dini.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa data suara yang dikumpulkan secara etis dapat membantu menjadikan suara sebagai biomarker dalam praktik klinis,” ujar Jenkins.

Masih Perlu Pengembangan

Meski menjanjikan, teknologi ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut sebelum digunakan secara luas.

Peneliti menilai diperlukan dataset yang lebih besar dan beragam agar sistem dapat bekerja optimal pada semua kelompok, termasuk perempuan.

Selain itu, model AI juga harus melalui uji klinis yang ketat untuk memastikan akurasi dan keamanannya dalam praktik medis.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.