MENU
Ancaman Militer AS ke Iran Menguat, Dunia Waspada Eskalasi Konflik
WA FB
Dunia

Ancaman Militer AS ke Iran Menguat, Dunia Waspada Eskalasi Konflik

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Feb 2026 | 17:20 WIB
Ancaman Militer AS ke Iran Menguat, Dunia Waspada Eskalasi Konflik
Presiden AS Donald Trump mengaku mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran jika negosiasi nuklir gagal. Ketegangan meningkat, dunia waspada dampak geopolitik dan harga energi global. (Ist)

Washington D.C., Sinata.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan dari Gedung Putih, Sabtu (21/2), bahwa ia tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran, sebagai langkah untuk menekan pemerintah Teheran dalam negosiasi terkait program nuklir dan hubungan bilateral kedua negara.

Dalam jumpa pers singkat dengan para wartawan, Trump terbuka soal rencana ini. “Saya kira saya bisa mengatakan bahwa saya sedang mempertimbangkannya,” ujar Trump ketika ditanya apakah serangan militer menjadi salah satu opsi jika kesepakatan dengan Iran gagal dicapai, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Keputusan tersebut muncul di tengah ketegangan diplomatik yang memuncak antara Washington dan Teheran, di mana pembicaraan nuklir tidak menunjukkan hasil yang memuaskan dan tenggat waktu diplomatik yang diberikan AS semakin mendekat.

Menurut laporan media internasional, beberapa opsi militer tengah disiapkan oleh Pentagon, termasuk kemungkinan serangan terarah ke fasilitas pemerintah atau militer Iran, tergantung pada respons dari Teheran dalam beberapa hari ke depan.

Sumber-sumber intelijen AS bahkan menyebut bahwa strategi yang dibahas bisa melampaui serangan kecil: ada pertimbangan untuk menargetkan tokoh rezim tertentu dan bahkan potensi operasi yang dapat mengarah pada perubahan pemerintahan jika negosiasi benar-benar gagal.

Langkah ini, menurut para analis, ditujukan untuk memberi tekanan maksimal sekaligus menghindari eskalasi besar yang bisa memicu perang penuh di kawasan. Namun, banyak pemerhati politik menilai bahwa batas antara serangan “terbatas” dan perang luas bisa cepat hilang.

Sementara itu, dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran tengah menyiapkan draf proposal balasan untuk negosiasi nuklir, yang diharapkan siap dalam beberapa hari ke depan.

Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap membuka ruang diplomasi meski Washington terus meningkatkan tekanan militer, menambahkan bahwa negosiasi tersebut bertujuan mencapai solusi yang adil dan damai bagi kedua belah pihak.

Trump sebelumnya memberi tenggat waktu 10 hingga 15 hari kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya — yang menurutnya masih terlalu lama untuk menunggu tanpa hasil. “Kita akan membuat kesepakatan atau mendapatkannya, bagaimanapun caranya,” kata Trump seraya menunjukkan ketidakpuasan atas jalannya negosiasi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.