MENU
Anggota DPR Nilai Bisnis Air Bersih Berpeluang Jadi Sektor Strategis B...
WA FB
Nasional

Anggota DPR Nilai Bisnis Air Bersih Berpeluang Jadi Sektor Strategis BUMN

G Editor : Gunawan Purba | 15 Mar 2026 | 11:25 WIB
Anggota DPR Nilai Bisnis Air Bersih Berpeluang Jadi Sektor Strategis BUMN
Ilustrasi (AI)

Bekasi, Sinata.id – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai sektor penyediaan air bersih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lini bisnis strategis bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VI ke fasilitas WTJJ SPAM yang dikelola PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).

Dalam peninjauan itu, Herman yang akrab disapa Kang Hero menjelaskan,  proyek SPAM Regional Jatiluhur I merupakan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan metropolitan.

Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 4.750 liter air per detik. Pasokan itu dialokasikan untuk empat wilayah, yakni Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Dari total kapasitas tersebut, sekitar 4.000 liter per detik disiapkan untuk Jakarta, sementara sisanya diperuntukkan bagi wilayah Bekasi dan Karawang.

Herman menjelaskan bahwa penyediaan air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kehadiran negara melalui BUMN dinilai penting dalam memastikan ketersediaan layanan air bersih.

Ia menambahkan, proyek ini juga melibatkan kerja sama dengan Perum Jasa Tirta II sebagai penyedia air baku dari Waduk Jatiluhur.

Meski memiliki kapasitas besar, Herman mengungkapkan bahwa pemanfaatan suplai air untuk Jakarta saat ini belum optimal. Dari kapasitas 4.000 liter per detik yang disiapkan, baru sekitar 1.000 liter per detik yang tersalurkan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang besar untuk mengoptimalkan distribusi air bersih dari fasilitas tersebut.

Menurut Herman, pengelolaan sektor air bersih ke depan perlu diperkuat melalui regulasi nasional yang lebih komprehensif. Saat ini, pengelolaan air masih banyak dilakukan pemerintah daerah melalui perusahaan daerah air minum (PDAM), sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Karena itu, ia mendorong peran pemerintah pusat diperkuat dalam pembangunan infrastruktur air minum, termasuk melalui proyek-proyek SPAM regional.

Herman juga mengaitkan pengembangan sektor air bersih dengan visi swasembada air yang menjadi bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, swasembada air berarti masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi air hasil pengolahan dalam negeri tanpa ketergantungan pada sumber lain.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.