MENU
Anggota DPR RI Kecam Tindakan Teror Terhadap Ketua BEM UGM
WA FB
Nasional

Anggota DPR RI Kecam Tindakan Teror Terhadap Ketua BEM UGM

G Editor : Gunawan Purba | 14 Feb 2026 | 16:15 WIB
Anggota DPR RI Kecam Tindakan Teror Terhadap Ketua BEM UGM
Hilman Mufidi

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, melontarkan kecaman keras atas aksi teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Yogyakarta, Tiyo Ardianto.

Teror tersebut terjadi setelah Tiyo menyuarakan keprihatinannya terkait kasus bunuh diri seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Hilman menilai tindakan intimidatif tersebut tidak dapat dibenarkan.

Ia menyebut aksi itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.

“Tindakan teror terhadap adinda Tiyo, Ketua BEM UGM, jelas tidak patut. Saya sangat menyayangkan kejadian ini karena sama saja dengan upaya membungkam suara,” ujar Hilman.

Politisi Fraksi PKB itu juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku maupun pihak yang berada di balik aksi teror tersebut.

Menurutnya, apa yang disampaikan Tiyo merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat, yang dilindungi undang-undang.

“Saya meminta aparat menelusuri dan mengungkap siapa yang berada di balik teror ini. Suara Tiyo adalah representasi keterbukaan dan kebebasan berpendapat yang harus dihormati,” tandasnya.

Lebih jauh, Hilman mengajak semua pihak untuk menahan diri dalam menyikapi dinamika yang berkembang, termasuk tragedi bunuh diri yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di NTT.

Ia mengaku turut berduka atas peristiwa tersebut, namun menekankan bahwa kritik terhadap penanganan kasus semestinya direspons secara bijaksana.

“Kita semua berduka dan prihatin atas musibah yang menimpa anak kita di NTT. Namun, menyikapinya perlu kejernihan hati dan pikiran. Kritik harus dijawab dengan kebesaran sikap, bukan dengan teror,” katanya.

Sebelumnya, Tiyo Ardianto menerima pesan ancaman melalui WhatsApp beberapa hari setelah BEM UGM melayangkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kritik itu berkaitan dengan dugaan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak menyusul tragedi di NTT.

Ancaman tersebut dikirim dari nomor asing berkode Inggris, berisi intimidasi penculikan serta tudingan bahwa Tiyo merupakan agen asing yang mencari perhatian. Salah satu pesan yang diterima berbunyi, “Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah". (A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.