"Maret kemarin defisit 0,93%, analis bilang kalau dikali empat setahun bisa 3,6%, itu hitungan ajaib. Sekarang April defisit turun ke 0,64%," jelasnya.
Menutup pemaparannya, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah terus bersinergi dengan Bank Sentral untuk menjaga likuiditas sistem keuangan guna mendukung sektor riil dan swasta.
Memasuki triwulan kedua, pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi akan semakin terakselerasi, didukung antara lain oleh rencana peluncuran insentif tambahan untuk kendaraan listrik — baik mobil maupun motor — pada periode April hingga Juni 2026 sebagai stimulus perekonomian nasional. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.