Gedung Putih enggan mengonfirmasi detail rencana tersebut. "Media boleh terus berspekulasi tentang pemikiran Presiden sesuka mereka, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin dia lakukan," tegas Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, dalam pernyataan resminya.
Ketegangan ini memuncak tepat sebelum putaran baru negosiasi nuklir yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis ini di Jenewa, Swiss.
Negosiasi yang dimediasi oleh Oman itu disebut oleh para pejabat sebagai "upaya terakhir" untuk menghindari konflik militar terbuka. Duta Besar AS untuk NATO, Matt Whitaker, sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika diplomasi gagal, "akan menjadi hari yang sangat buruk bagi Iran."
Di tengah ancaman tersebut, AS terus menggelar konsentrasi kekuatan militer besar-besaran di kawasan. Dua kapal induk, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, bersama dengan belasan kapal perusak, puluhan jet tempur, serta pesawat pengisian bahan bakar, kini telah diposisikan dalam jangkauan serangan ke Iran.
Analis militer memperingatkan bahwa konflik yang dipicu oleh serangan pendahuluan ini berisiko meluas menjadi perang berkepanjangan yang melibatkan aktor-aktor proksi di seluruh kawasan Timur Tengah. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.