“Kami sedang meninjau ulang rantai pasokan dan mencari alternatif,” ujarnya. ASML sendiri menolak memberikan komentar resmi atas isu tersebut.
Sementara itu, perusahaan chip asal Amerika Serikat juga tengah menilai risiko kenaikan harga bahan baku, terutama magnet yang bergantung pada logam tanah jarang.
“Kenaikan harga bisa menjadi ancaman nyata bagi stabilitas rantai pasok global,” ungkap seorang manajer senior yang enggan disebut namanya.
Beberapa produsen besar seperti Intel Corp., Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), dan Samsung Electronics Co. juga diperkirakan akan terdampak karena ketiganya mengandalkan pasokan mesin dan bahan dari ASML. Mmereka belum memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan ekspor baru China. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.