MENU
AS Desak Sekutu Asia Perkuat Militer Hadapi China
WA FB
Dunia

AS Desak Sekutu Asia Perkuat Militer Hadapi China

J Editor : Jansen Siahaan | 30 May 2026 | 15:45 WIB
AS Desak Sekutu Asia Perkuat Militer Hadapi China
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. (reuters)

Sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara konsisten mendorong negara-negara sekutu untuk mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan pertahanan mereka sendiri.

Hegseth menegaskan era ketika AS menanggung sebagian besar biaya keamanan negara-negara maju telah berakhir.

“Kami membutuhkan mitra, bukan protektorat. Aliansi yang kuat hanya dapat terwujud jika semua pihak ikut menanggung tanggung jawab,” tegasnya.

Pentagon Perkuat Strategi Hadapi China dan Taiwan

Sementara itu, laporan terbaru Komando Indo-Pasifik AS kepada Kongres mengungkap sejumlah program strategis untuk memperkuat kemampuan militer menghadapi potensi konflik di kawasan, khususnya terkait Taiwan.

Kepala Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo, menyebut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) tengah menjalani modernisasi besar-besaran dan menargetkan kesiapan tempur penuh pada 2027. (A02)

Laporan tersebut mengusulkan peningkatan anggaran pertahanan sebesar 44 persen dibanding tahun sebelumnya untuk memperkuat kemampuan militer AS di kawasan Indo-Pasifik.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah sistem Quicksink, teknologi yang memungkinkan bom JDAM diubah menjadi senjata antikapal berbiaya rendah namun efektif untuk menenggelamkan kapal perang.

Selain itu, Pentagon juga mengembangkan program Quickstrike, ranjau laut modern yang dapat diluncurkan dari udara untuk menyerang target permukaan maupun bawah laut.

AS juga meningkatkan investasi pada teknologi hipersonik, sistem komunikasi militer aman, serta perangkat pengacau radar jarak jauh guna menjaga keunggulan strategis di kawasan.

Meski demikian, sejumlah penilaian intelijen terbaru menyebut keyakinan bahwa China akan melakukan operasi militer terhadap Taiwan pada 2027 kini tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya.

Persaingan militer antara AS dan China diperkirakan tetap menjadi salah satu isu keamanan global paling penting dalam beberapa tahun mendatang, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang semakin strategis bagi kepentingan kedua negara. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.