MENU
AS Kerahkan 5.700 Personel Tambahan, Teheran Siap Perang Habis-habisan
WA FB
Dunia

AS Kerahkan 5.700 Personel Tambahan, Teheran Siap Perang Habis-habisan

T Editor : Tumpal Pandapotan | 26 Jan 2026 | 07:55 WIB
AS Kerahkan 5.700 Personel Tambahan, Teheran Siap Perang Habis-habisan
Pameran rudal Iran beberapa waktu lalu.

Teheran, Sinata.id - Pemerintah Iran menyatakan status siaga tinggi dan menegaskan kesiapan untuk menghadapi "perang habis-habisan" menyusul pergerakan besar-besaran armada tempur Amerika Serikat (AS) menuju kawasan Timur Tengah.

Teheran memperingatkan bahwa segala bentuk intervensi militer, tanpa memandang skala serangan, akan dianggap sebagai deklarasi perang total.

Ancaman Respons Maksimal

Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa militer mereka telah menyiapkan skenario terburuk.

Pihak Iran menegaskan tidak akan mentoleransi serangan dalam bentuk apa pun, termasuk serangan terbatas maupun serangan udara terarah.

“Pengerahan militer ini, kami harap tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata, tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran," ujar pejabat senior tersebut yang berbicara dengan syarat anonim, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan bahwa Iran akan merespons dengan kekuatan penuh terhadap setiap agresi.

“Kali ini kita akan menganggap setiap serangan, terbatas, tak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya, sebagai perang habis-habisan melawan kita, dan kita akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” sambungnya.

Eskalasi Kekuatan Militer

Pemicu utama meningkatnya suhu geopolitik ini adalah masuknya gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln ke Samudra Hindia, didampingi oleh tiga kapal perusak.

Armada ini diperkirakan akan tiba di perairan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Pengerahan terbaru ini secara signifikan menambah kehadiran militer Washington di kawasan, yang sebelumnya telah menyiagakan: tiga kapal tempur di Bahrain, dua kapal perusak di Teluk Persia dan 5.700 personel militer tambahan.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/1/2026) telah membenarkan mobilisasi kekuatan tersebut.

Meski menyatakan harapannya agar konfrontasi fisik tidak terjadi, Trump tetap memberikan peringatan keras kepada Teheran terkait isu program nuklir dan tindakan keras terhadap demonstran.

Pertahanan Kedaulatan

Di sisi lain, Teheran mengeklaim bahwa mobilisasi pertahanan mereka merupakan langkah defensif untuk menjaga integritas teritorial dari ancaman luar.

Pejabat Iran menekankan bahwa mereka berupaya memulihkan keseimbangan kekuatan di kawasan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.