MENU
Bad Bunny Cetak Sejarah di Super Bowl 2026, Rayakan Budaya Latin dan P...
WA FB
Hiburan

Bad Bunny Cetak Sejarah di Super Bowl 2026, Rayakan Budaya Latin dan Persatuan

J Editor : Jansen Siahaan | 09 Feb 2026 | 16:05 WIB
Bad Bunny Cetak Sejarah di Super Bowl 2026, Rayakan Budaya Latin dan Persatuan
Penampilan Bad Bunny. (gettyimages)

Pematangsiantar, Sinata.id – Bad Bunny menepati janjinya bahwa “dunia akan berdansa” dalam penampilan Apple Music Super Bowl Halftime Show 2026.

Aksi panggungnya yang megah, penuh energi, dan sarat pesan persatuan sukses memukau lebih dari 125 juta penonton global.

Didukung penampilan tamu Lady Gaga dan Ricky Martin, Bad Bunny menghadirkan medley lagu-lagu andalannya dalam sebuah pertunjukan yang merayakan budaya Amerika Latin, khususnya Puerto Rico, tanah kelahirannya. Panggung dirancang menyerupai lingkungan khas Puerto Rico, lengkap dengan replika ladang tebu, vecindad, toko cukur, toko minuman, hingga “casita” ikonik yang pernah menjadi pusat konser residensinya.

Sepanjang pertunjukan, nuansa budaya Latin terasa kuat. Sejumlah selebriti seperti Karol G, Cardi B, Jessica Alba, dan Pedro Pascal terlihat menari bersama di area panggung, memperkuat pesan kebersamaan lintas budaya. Tak sedikit pula simbol dan “easter egg” yang memuat kritik sosial dan politik, namun dikemas secara halus dan artistik.

Di penghujung penampilan, Bad Bunny menyampaikan pesan persatuan dengan menyebut seluruh negara di Benua Amerika, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Puerto Rico. Di belakangnya, sebuah papan digital menampilkan kalimat kuat: “Satu-satunya hal yang lebih kuat daripada kebencian adalah cinta.” Pesan tersebut dinilai sebagai sikap tegas terhadap rasisme dan kebijakan anti-imigrasi yang kerap ia kritik.

Momen paling menyita perhatian terjadi saat Lady Gaga naik ke panggung dan membawakan versi salsa dari lagu “Die With a Smile” dalam konsep pernikahan khas Puerto Rico. Sementara itu, Ricky Martin tampil emosional membawakan lagu bertema pemadaman listrik yang merefleksikan dampak Badai Maria, tragedi yang menelan ribuan korban di Puerto Rico.

Pertunjukan ditutup dengan lagu-lagu enerjik yang mengubah lapangan stadion menjadi pesta dansa raksasa, diiringi kembang api dan bendera dari berbagai negara Amerika. Bad Bunny menegaskan pesan utamanya dengan kalimat sederhana namun kuat: bersama, kita adalah Amerika.

Penampilan ini tercatat sebagai pertunjukan paruh waktu Super Bowl pertama yang sepenuhnya berbahasa Spanyol. Lebih dari sekadar hiburan, aksi Bad Bunny menjadi pernyataan budaya bahwa musik, cinta, dan persatuan mampu melampaui batas bahasa, politik, dan kebencian. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.