Washington, Sinata.id - Badai musim dingin berskala besar melanda Amerika Serikat sejak akhir pekan, memicu pemadaman listrik massal dan melumpuhkan sektor penerbangan. Hingga Sabtu (24/1/2026) waktu setempat, lebih dari 160.000 pelanggan listrik kehilangan pasokan, sementara ribuan penerbangan dibatalkan di berbagai bandara utama.
Otoritas cuaca memperkirakan kondisi ekstrem ini masih akan berlanjut hingga awal pekan depan, terutama di wilayah timur AS.
Data situs pelacakan penerbangan FlightAware mencatat sedikitnya 4.000 penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu dibatalkan.
Dampak meluas pada Minggu, dengan lebih dari 9.400 penerbangan tambahan terdampak pembatalan atau penundaan.
Maskapai-maskapai besar Amerika Serikat mengimbau penumpang bersiap menghadapi perubahan jadwal secara mendadak.
Badai membawa kombinasi salju lebat, hujan es, hujan beku, serta suhu ekstrem yang diperkirakan menyapu sekitar dua pertiga wilayah timur AS.
National Weather Service memperingatkan potensi akumulasi es tebal di kawasan tenggara yang dapat melumpuhkan aktivitas dan memicu bencana lokal.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai ini sebagai peristiwa “bersejarah” dan telah menyetujui deklarasi bencana darurat federal di 12 negara bagian, termasuk Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, hingga Virginia Barat.
“Kami akan terus memantau dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump melalui platform Truth Social, dikutip Reuters, Minggu (25/1/2026).
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan hingga kini 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan puluhan ribu warga di wilayah selatan terdampak pemadaman listrik, dan kru utilitas dikerahkan untuk pemulihan.Ia mengimbau masyarakat bersiap menghadapi suhu yang sangat dingin.
“Cuacanya akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyimpan bahan bakar dan makanan. Kita akan melewati ini bersama-sama,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu.
Situs pemantau PowerOutage mencatat pada Sabtu malam pemadaman terbanyak terjadi di Louisiana dan Texas. Menyikapi situasi tersebut, Departemen Energi AS mengeluarkan perintah darurat yang memungkinkan Electric Reliability Council of Texas mengerahkan sumber pembangkit cadangan guna menekan risiko pemadaman yang lebih luas.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.