MENU
Badai PHK Hantam Amerika: 1 Juta Pekerja Tumbang Karena AI
WA FB
Dunia

Badai PHK Hantam Amerika: 1 Juta Pekerja Tumbang Karena AI

R Editor : Redaksi Sinata | 29 Dec 2025 | 01:57 WIB
Badai PHK Hantam Amerika: 1 Juta Pekerja Tumbang Karena AI
Ilustrasi PHK (Foto: AI)

Jakarta, Sinata.id - ​Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tengah berada dalam situasi genting. Sepanjang tahun 2025, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus menggulung, mencatatkan angka yang mengkhawatirkan hingga melampaui ambang batas psikologis 1 juta orang.

Berdasarkan data terbaru dari firma konsultan Challenger, Gray & Christmas, total pengurangan karyawan dari Januari hingga November 2025 telah menyentuh angka 1,17 juta orang.

Angka ini melonjak tajam 54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak guncangan pandemi Covid-19 pada 2020 silam.

​Faktor Pemicu: Dari AI hingga Perang Tarif ​Bukan sekadar efisiensi biasa, ada tiga "predator" utama yang memangsa lapangan kerja di Negeri Paman Sam tahun ini:

Revolusi AI: Kecerdasan buatan bukan lagi ancaman fiksi. Tercatat sebanyak 54.694 posisi dipangkas secara langsung karena adopsi AI di berbagai lini bisnis. Kebijakan Tarif: Tekanan pasar akibat kebijakan tarif mulai memakan korban, menyebabkan hampir 8.000 pekerja kehilangan mata pencaharian sepanjang 2025. ​Restrukturisasi Korporasi: Perubahan model bisnis menjadi alasan paling klise namun paling banyak memakan korban. ​Sektor Telekomunikasi dan

Teknologi Paling Terpukul ​Bulan November sendiri mencatatkan 71.321 PHK. Meski angka ini menurun dari rekor buruk di bulan Oktober, sektor-sektor raksasa tetap berdarah:

​Telekomunikasi: Menjadi kontributor terbesar di bulan November, dipicu oleh langkah raksasa Verizon yang merumahkan lebih dari 13.000 pegawainya. ​Teknologi: Masih terus "bersih-bersih" dengan 12.377 PHK di bulan November, naik 17% secara kumulatif dibandingkan tahun lalu.

​"Sejak 2008, pengumuman PHK di atas 70.000 pada bulan November hanya terjadi dua kali: yakni pada 2022 dan tahun ini," kata Andy Challenger, pakar ketenagakerjaan dari firma tersebut.

​Paradoks Data: Klaim Pengangguran Justru Turun? ​Menariknya, terdapat anomali antara rencana PHK korporasi dengan data resmi pemerintah. Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan klaim pengangguran mingguan justru turun ke angka 191.000—level terendah dalam tiga tahun.

Namun, para analis memperingatkan agar tidak terkecoh. Penurunan ini diduga kuat akibat faktor musiman, seperti libur Thanksgiving yang mengganggu pola pelaporan di negara bagian besar seperti Texas dan California, bukan mencerminkan kondisi lapangan kerja yang sebenarnya membaik.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.