Oleh: Pastor Dion Panomban
Saat Teduh Abbah Home Family, Sabtu 30 Agustus 2025.- Setiap orang mendambakan kehidupan yang kuat, kokoh, dan tahan menghadapi badai persoalan.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa kehidupan yang demikian hanya dapat terbangun di atas dasar yang benar: Kristus sebagai Batu Karang yang teguh.
Yesus mengajarkan bahwa untuk memiliki rumah iman yang tidak roboh, kita perlu melakukan tiga tindakan sederhana namun mendasar:
1. Datang kepada Kristus.
2. Mendengar Kristus.
3. Melakukan Firman Kristus.
Tiga prinsip inilah yang menjadi pondasi iman yang tahan uji. Namun sering kali, justru di saat berkat datang, hati manusia mudah sekali melupakan Tuhan.
Firman Allah: Ulangan 8:11–20
Musa mengingatkan bangsa Israel yang sebentar lagi akan masuk ke tanah perjanjian. Mereka akan menikmati kelimpahan, namun bahaya besar mengintai: melupakan Tuhan.
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan…” (Ul. 8:18)
Ada beberapa hal yang dapat membuat umat Tuhan binasa:
1. Melupakan Tuhan dan tidak lagi mendengarkan suara-Nya (ay. 19–20).
2. Mengandalkan kekuatan sendiri, menganggap kekayaan hasil tangan sendiri (ay. 17).
3. Hati yang tinggi dan sombong setelah menikmati kelimpahan (ay. 14).
4. Tergoda untuk menyembah allah lain (ay. 19).
Tuhan memberi berkat agar umat-Nya rendah hati dan ingat kepada-Nya.
* Saat dalam padang gurun, Tuhan memberi manna dan air dari gunung batu (ay. 15–16).
* Saat kelimpahan tiba, Tuhan ingin umat tetap mengakui bahwa semua berasal dari Dia (ay. 18).
* Akhir dari setiap pencobaan adalah kebaikan Allah yang memurnikan iman kita (ay. 16).
Pertanyaan Perenungan
1. Apa yang menyebabkan kebinasaan umat Tuhan? (ay. 19–20).
2. Saat diberkati, apa yang harus kita ingat? (ay. 17–18).
3. Apa akhir dari semua pencobaan yang terjadi? (ay. 14–16).
4. Mengapa kita tidak boleh melupakan Tuhan? (ay. 11–13).
5. Jebakan apa saja dalam berkat yang kita alami? (ay. 11–20).
Mari kita memeriksa hati kita:
* Apakah setiap kali ada masalah, kita masih datang kepada Kristus atau mengandalkan kekuatan sendiri?
* Apakah kita masih setia mendengarkan suara-Nya atau sibuk dengan urusan dunia?
* Apakah kita sudah sungguh-sungguh melakukan firman yang kita dengar?
Bangunan iman yang kokoh hanya lahir dari hidup yang selalu datang, mendengar, dan melakukan firman Kristus.
Jangan biarkan berkat membuat kita tinggi hati dan melupakan Tuhan. Justru dalam setiap kelimpahan maupun kekurangan, kita harus semakin merendahkan diri di hadapan Kristus.
Hanya dengan menggali sampai bertemu Batu Karang (Kristus), kita akan memiliki rumah iman yang kokoh, tidak goyah, dan tahan badai. (A27)