MENU
Bau Menyengat dari Parit Tersumbat, Camat Bersiasat
WA FB
Berita

Bau Menyengat dari Parit Tersumbat, Camat Bersiasat

T Editor : Tumpal Pandapotan | 10 Sep 2025 | 23:49 WIB
Bau Menyengat dari Parit Tersumbat, Camat Bersiasat
Saluran air mampet di simpang lampu merah Jalan Bali dan Jalan Sisingamangaraja dikeluhkan warga. (foto: sinata/bismar)

Pematangsiantar, Sinata.id – Protes warga atas kondisi parit yang tersumbat hingga picu risiko penyakit di perempatan Jalan Bali-Jalan Sisingamangaraja, didengarkan jajaran Kecamatan Siantar Utara. Mereka kemudian ramai-ramai turun ke lokasi guna pembersihan.

Camat Siantar Utara, Marlon Brando Sitorus, menyatakan, saluran air tersebut memang langgan tersumbat akibat tumpukan sampah dan tanah membuat aliran air tak lancar hingga menimbulkan bau menyengat.

Menurutnya, kondisi parit di sekitar kawasan tersebut perlu penanganan lebih lanjut karena gorong-gorong sudah dipenuhi tanah, sementara menjadi kendali karena sebagian warga membangun jembatan permanen di atas saluran.

“Pembersihan sudah kami lakukan semaksimal mungkin. Tetapi karena parit banyak ditutup jembatan semen permanen, kami akan mengajukan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum,” ujarnya pada Selasa (9/9/2025).

Selain di lokasi tersebut, pembersihan saluran turut dilakukan di sejumlah titik yang rawan penyumbatan. Camat pun bersiasat dengan menerjunkan sejumlah personel kecamatan maupun perangkat kelurahan.

“Kami tidak ingin warga Siantar Utara terdampak banjir, bau tidak sedap, maupun penyakit akibat saluran irigasi yang tersumbat. Karena itu, seluruh personel kebersihan dan staf kecamatan kami turunkan untuk melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah di berbagai titik,” ujar Marlon.

Persoalan saluran mampet di simpang empat Jalan Bali dan Jalan Sisingamangaraja diprotes seorang warga setempat bermarga Manik, yang menyatakan bau menyengat dari parit mengganggu keseharian.

Pria itu mengaku berdomisili puluhan tahun menyatakan pemerintah kota kurang memperhatikan perbaikan parit.

“Saya sudah berdomisili tinggal di sini hampir 20 tahun, belum pernah parit umum yang ada di depan rumah saya diperbaiki oleh pemerintah kota, dimana seharusnya untuk perbaikan irigasi parit paling tidak pemerintah harus melakukan perbaikan,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Keluhan juga datang dari Andini (39), pemilik rumah makan yang sebagian bangunannya berdiri di atas parit. Ia menyebut bau parit yang tersumbat berpengaruh terhadap usahanya.

“Itu lah memang menjadi keluhan saya karena usaha jualan makan, yang dimana jika ada aroma yang tak enak saat sedang makan mampu membuat selera untuk makan atau beli di warung saya pun berdampak,” katanya. (SN13)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.