Jakarta, Sinata.id - Seluruh badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kompak melakukan penyesuaian harga sejak awal Maret 2026. Kenaikan ini mencakup produk BBM non-subsidi dari PT Pertamina (Persero) hingga perusahaan swasta seperti Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia.
Penyesuaian harga ini masih mengacu pada kebijakan pemerintah melalui formula harga BBM yang ditetapkan Kementerian ESDM.
Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Tembus Rp12.300
Di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta, harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan. BBM jenis RON 92 atau Pertamax kini dibanderol Rp12.300 per liter, naik dari Rp11.800 pada Februari.
Kenaikan juga terjadi pada produk lainnya:
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter Dexlite: Rp14.200 per liter Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Sementara itu, BBM subsidi tetap tidak berubah:
Pertalite: Rp10.000 per liter Solar subsidi: Rp6.800 per liter Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Ikut Naik
Kenaikan harga juga terjadi di SPBU swasta. Berikut daftar harga BBM terbaru per 26 Maret 2026:
Shell Indonesia Shell Super: Rp12.390 per liter Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter Vivo Energy Indonesia Revvo 92: Rp12.390 per liter Revvo 95: Rp12.930 per liter Diesel Primus: Rp14.610 per liter BP-AKR (Jabodetabek) BP 92: Rp12.390 per liter BP Ultimate: Rp12.930 per liter BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter Penyebab Kenaikan Harga BBM
Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga dilakukan untuk mengikuti regulasi pemerintah, khususnya terkait formula harga dasar BBM yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Kondisi global, termasuk fluktuasi harga minyak dan dinamika geopolitik, turut memengaruhi kebijakan harga BBM di dalam negeri.
Dampak ke Masyarakat dan Ekonomi
Kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang. Namun, pemerintah masih menjaga stabilitas dengan menahan harga BBM subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dengan tren harga energi global yang masih fluktuatif, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM serta menyesuaikan pengeluaran secara bijak.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.