MENU
Bill dan Hillary Clinton Setuju Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Epst...
WA FB
Dunia

Bill dan Hillary Clinton Setuju Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Epstein

J Editor : Jansen Siahaan | 03 Feb 2026 | 15:31 WIB
Bill dan Hillary Clinton Setuju Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Epstein
Bill Clinton dan Hillary Clinton. (reuters)

Washington, Sinata.id — Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton bersama istrinya, Hillary Clinton, akhirnya menyatakan kesediaan untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan Kongres AS terkait kasus kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein.

Keputusan ini diambil setelah dokumen Epstein Files, termasuk file PDF, foto, dan video, dirilis ke publik.

Menurut laporan CNN, Selasa (3/2/2026), pasangan Clinton sepakat hadir langsung di hadapan Kongres di Washington untuk memberikan keterangan mengenai dugaan kekerasan dan perdagangan seksual yang melibatkan Epstein. Selama beberapa bulan sebelumnya, keduanya menolak permintaan DPR AS untuk bersaksi, sehingga memicu langkah hukum berupa proses penetapan sebagai pihak yang dianggap menghina Kongres.

Dengan perubahan sikap tersebut, belum dapat dipastikan apakah proses hukum terhadap Bill dan Hillary Clinton akan dilanjutkan atau dihentikan. Keputusan selanjutnya berada di tangan Ketua Komite Pengawas DPR AS, James Comer.

Namun, James Comer menilai kesediaan Clinton untuk bersaksi baru muncul setelah Kongres memulai proses hukum. Ia menyebut langkah tersebut sebagai respons atas ancaman penetapan penghinaan terhadap parlemen.

Kesaksian dengan Syarat Tertentu

Dalam sistem hukum AS, penolakan terhadap panggilan Kongres dapat berujung pada penetapan sebagai penghina Kongres, yang berpotensi berimplikasi pidana. Saat ini, proses tersebut masih berjalan, meskipun dapat dibatalkan apabila pasangan Clinton memenuhi panggilan resmi.

Sebelumnya, terjadi perbedaan pandangan antara pihak Clinton dan Kongres mengenai mekanisme kesaksian. Melalui tim pengacara, Clinton meminta agar kesaksian dilakukan dalam bentuk wawancara sukarela, bukan di bawah sumpah, serta digelar di New York, bukan Washington. Permintaan tersebut mendapat kritik dari Comer yang menilai pasangan Clinton meminta perlakuan khusus.

Nama Clinton dalam Dokumen Epstein

Nama Bill Clinton tercantum dalam dokumen Epstein yang mencatat hubungan keduanya pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Beberapa dokumentasi, termasuk foto kebersamaan, turut beredar. Meski demikian, hingga kini tidak ada tuduhan pidana terhadap Bill Clinton terkait kasus Epstein. Clinton juga telah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan melawan hukum.

Penyelidikan ini turut menyeret sejumlah tokoh politik dan bisnis ternama AS. Meski demikian, baik Bill Clinton maupun mantan Presiden AS Donald Trump belum didakwa atas pelanggaran pidana apa pun dalam kasus tersebut. Trump juga telah membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.