Sinata.id – Halaman biografi Ahmad Sahroni dikuci di Wikipedia untuk sementara waktu dari penyuntingan. Langkah ini diambil usai terdeteksi adanya sejumlah upaya vandalisme yang berusaha mengubah data riwayat hidup politisi Partai NasDem tersebut.
Pantauan Sinata.id pada Sabtu (30/8/2025) menunjukkan notifikasi resmi dari Wikipedia terkait status perlindungan halaman itu.
Dalam keterangannya, penguncian berlaku hingga 25 September 2025 dengan alasan keamanan konten.
Pihak Wikipedia menegaskan bahwa perlindungan ini tidak berarti menyetujui versi artikel saat ini, melainkan semata-mata mencegah penyalahgunaan.
Pengguna yang ingin mengusulkan perubahan dianjurkan berdiskusi melalui halaman pembicaraan atau mengajukan permintaan penyuntingan kepada pengurus.
Profil Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977. Ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi dari Partai NasDem. Sejak 2014, Sahroni tercatat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III dan kini menjabat anggota DPR periode 2024–2029.
Pada November 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuknya sebagai Ketua Pelaksana Formula E 2022. Di internal Partai NasDem, ia mengemban posisi Bendahara Umum DPP sejak 2019, setelah sebelumnya aktif sebagai Bendahara dan Ketua DPW NasDem DKI Jakarta.
Baca Juga: Profil Ahmad Sahroni “Crazy Rich Priok”
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Dibesarkan dari keluarga sederhana, Sahroni merupakan putra seorang pedagang nasi Padang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Semasa kecil, ia membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai tukang semir sepatu hingga ojek payung.
Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri Baru Cilincing (kini SMAN 114 Jakarta) dan pernah menjabat Ketua OSIS. Tidak langsung melanjutkan kuliah, Sahroni lebih dulu bekerja sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan tinggi.
Gelar sarjana ekonomi ia peroleh pada 2009 dari STIE Pelita Bangsa, kemudian meraih gelar magister komunikasi di Stikom InterStudi pada 2020, serta doktor ilmu hukum dari Universitas Borobudur pada 2024.
Baca Juga: Jejak Harta Kekayaan Ahmad Sahroni dan Perjalanan Karier Politiknya
Karier Profesional dan Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Sahroni memulai karier sebagai sopir truk di sebuah perusahaan distribusi bahan bakar. Dari sana, ia naik jabatan hingga menjadi direktur utama dan mendirikan usaha sendiri.
Tahun 2013, ia resmi bergabung dengan Partai NasDem. Pada Pemilu 2014, ia berhasil melenggang ke Senayan dengan perolehan lebih dari 60 ribu suara. Awalnya bertugas di Komisi XI, Sahroni kemudian ditempatkan di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan HAM. Pada 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi III.
Sahroni terlibat dalam sejumlah pembahasan penting di parlemen, antara lain menjadi Ketua Panitia Khusus RUU Pengesahan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dengan Swiss pada 2020, serta menyuarakan revisi UU Narkotika agar pengguna narkoba mendapat rehabilitasi, sementara hukuman berat diterapkan pada bandar dan produsen. Ia juga aktif mendukung pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Baca Juga: Misteri Keberadaan Ahmad Sahroni, Pendiri Malaka Project Singgung Sikap Pengecut
Pernyataan Kontroversial dan Pergeseran Posisi
Nama Ahmad Sahroni kembali mencuri perhatian publik pada Agustus 2025. Dalam sebuah kunjungan kerja di Sumatera Utara, ia menanggapi kritik yang menyerukan pembubaran DPR RI. Sahroni menyebut gagasan itu tidak realistis bahkan melabeli pihak yang menyuarakannya sebagai “orang paling tolol sedunia”.
“Kalau DPR dibubarkan, apakah bisa menjamin roda pemerintahan berjalan lebih baik? Belum tentu,” ujar Sahroni pada Jumat (22/8/2025). Ucapan tersebut kemudian menuai gelombang protes dan memperbesar sorotan terhadap kiprahnya.
Tak lama berselang, posisi Sahroni di parlemen mengalami perubahan. Dari sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR periode 2024–2029, ia digeser menjadi anggota Komisi I DPR. Pergantian tersebut tertuang dalam surat Fraksi NasDem bernomor 758 tentang perubahan keanggotaan Komisi I dan Komisi III, ditandatangani Ketua Fraksi Viktor Laiskodat bersama Sahroni selaku Bendahara Fraksi pada 29 Agustus 2025.
Baca Juga: NasDem Geser Ahmad Sahroni dari Komisi III DPR
Kehidupan Pribadi
Ahmad Sahroni menikah dengan Feby Belinda dan dikaruniai dua anak. Di luar aktivitas politik, ia dikenal sebagai penggemar olahraga otomotif dan golf. Sahroni aktif memimpin sejumlah komunitas otomotif, antara lain Presiden Brotherhood Club Indonesia, Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Pembina INKADO, Presiden McLaren Club Indonesia, hingga Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2023–2028.
Pada 2013, ia meluncurkan biografi berjudul Ahmad Sahroni: Anak Priok Meraih Mimpi yang ditulis Fenty Effendy, seorang penulis sekaligus mantan jurnalis televisi. (A46)