Jakarta, Sinata.id - Bagi kebanyakan orang, usia 60-an adalah masa persiapan pensiun. Namun bagi Bryan Johnson, miliarder biohacker berusia 48 tahun, tahun 2039 bukan tentang hari tua, melainkan titik di mana ia akan berhenti menua untuk selamanya.
Johnson baru saja mengguncang jagat maya dengan klaim berani: ia berencana mencapai keabadian biologis dalam 15 tahun ke depan. Dengan investasi fantastis mencapai Rp31 miliar per tahun, ia tidak hanya sekadar melawan keriput, tapi mencoba meretas kode kematian.
Meniru "Kecanggihan" Alam Johnson berargumen bahwa konsep hidup abadi bukanlah fiksi ilmiah yang melanggar hukum fisika. Ia menunjuk bukti nyata di alam semesta: Ubur-ubur Turritopsis dohrnii yang mampu memutar balik usia selnya dan hydra air tawar yang memiliki kemampuan regenerasi tanpa batas.
"Ini bukan masalah mustahil seperti melampaui kecepatan cahaya," kata Johnson. "Ini adalah masalah rekayasa biologis yang sebenarnya sudah dipecahkan oleh alam berkali-kali."
AI sebagai "Ilmuwan Super" Kunci utama dari ambisi ini adalah akselerasi Artificial Intelligence (AI). Johnson percaya bahwa AI telah berevolusi dari sekadar asisten digital menjadi ilmuwan super yang mampu memecahkan misteri medis yang selama ini buntu bagi otak manusia.
Baginya, kolaborasi antara AI dan biologi akan membuat kematian menjadi pilihan, bukan lagi kepastian.
Protokol Ekstrem: Dari Transfusi Darah hingga Kloning Organ Demi ambisinya, Johnson menjalankan gaya hidup yang membuat dahi banyak orang berkerut. Beberapa eksperimen radikalnya meliputi:
Pertukaran Darah Antargenerasi: Melakukan transfusi plasma darah dari putra remajanya. Laboratorium Organ: Menciptakan ribuan "klon organ" miliknya di laboratorium untuk menguji obat-obatan sebelum ia konsumsi. Audit Tubuh Total: Memantau segalanya secara obsesif, mulai dari frekuensi ereksi malam hari hingga kesehatan pembuluh darah.
Hasilnya? Johnson mengklaim jantung dan tingkat hormonnya kini setara dengan remaja 18 tahun. Meski begitu, ia tetap rendah hati mengakui bahwa otaknya masih "berusia" 42 tahun dan ia masih mengalami sedikit gangguan pendengaran.
Apakah Kita Generasi Terakhir yang Akan Mati?
Sejarah mencatat Jeanne Calment sebagai manusia tertua dengan usia 122 tahun. Namun, sains modern mulai meragukan batasan tersebut.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.