MENU
Bitcoin Jatuh ke Rp1,11 Miliar, Analis Sebut Peluang & Risiko Masih Se...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Jatuh ke Rp1,11 Miliar, Analis Sebut Peluang & Risiko Masih Setara

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Feb 2026 | 19:00 WIB
Bitcoin Jatuh ke Rp1,11 Miliar, Analis Sebut Peluang & Risiko Masih Setara
Harga Bitcoin kembali turun ke Rp1,11 miliar, investor diingatkan waspada volatilitas tinggi, sementara analis melihat peluang beli dan risiko penurunan lebih lanjut tetap seimbang. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Harga aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin, kembali berada di jalur penurunan pada Rabu sore (11/2/2026), meski belum menembus titik terendah dalam sebulan terakhir yang tercatat pada 6 Februari di level US$62.882.

Per pukul 17.58 WIB, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$66.391 atau setara Rp1,11 miliar, turun 3,3% dibanding 24 jam terakhir. Secara bulanan, penurunan dibanding Januari tercatat lebih dari 26%, dan sementara masih 50% di bawah posisi tertingginya pada Oktober 2025.

Chief Investment Officer dan co-founder BlockTower Capital, Ari Paul, menilai peluang Bitcoin ke depan masih 50:50. Dalam skenario pesimis, level all-time high (ATH) Bitcoin mungkin tak akan pernah terulang. Paul menekankan bahwa penurunan harga saat ini bisa menjadi tanda puncak permanen dalam “adopsi organik” Bitcoin.

"Meskipun diadopsi secara luas, termasuk oleh Presiden AS Donald Trump dan institusi global, saat ini tidak ada permintaan atau penggunaan Bitcoin yang signifikan di luar apa yang telah terlihat," tulis Paul di X, Rabu (11/2/2026). Ia menambahkan, kondisi ini mirip dengan era internet tahun 2000: teknologi tidak hilang, tapi banyak perusahaan di baliknya punah.

Sementara itu, Thomas Lee dari BitMine Immersion (BMNR) menekankan bahwa investor sebaiknya tidak mencoba menebak titik terendah Bitcoin. Lee menilai saat ini adalah peluang beli, meski tren harga masih turun. Ia menyebut penurunan Ether pekan ini ke level US$1.942 sejalan dengan pelemahan Bitcoin.

"Sebaiknya pikirkan peluang ini daripada menjual," ujar Lee, dikutip CoinDesk. Menurutnya, volatilitas pasar kripto, mirip guncangan pada logam mulia seperti emas, bisa menjadi “momen pelemahan sempurna” bagi investor strategis.

Lee meramalkan tren bullish akan kembali pada 2026. Emas akan terus stabil, sementara Bitcoin diperkirakan akan mengikuti. Untuk Ether, Lee menilai penurunan masih memungkinkan hingga di bawah US$1.800 sebelum kembali naik.

Analis Kaiko, Laurens Fraussen, menyoroti rendahnya volume permintaan saat ini. Menurutnya, investor level menengah tampak ragu-ragu, menciptakan kerentanan terhadap tekanan jual moderat yang bisa menurunkan harga Bitcoin kembali ke area US$60.000. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.