MENU
Bitcoin Terjun Bebas Lima Hari Beruntun, Tekanan Jual Tak Terbendung
WA FB
News

Bitcoin Terjun Bebas Lima Hari Beruntun, Tekanan Jual Tak Terbendung

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Dec 2025 | 18:49 WIB
Bitcoin Terjun Bebas Lima Hari Beruntun, Tekanan Jual Tak Terbendung
Harga Bitcoin terus melemah dan turun lima hari beruntun, diperdagangkan di bawah US$86.000. Arus keluar dana ETF besar-besaran dan sentimen ketakutan ekstrem membayangi pasar kripto, meski injeksi likuiditas AS memberi harapan penahan penurunan. (Ilustrasi)

Sinata.id - Tekanan jual terhadap Bitcoin belum menunjukkan tanda mereda. Hingga Selasa (16/12/2025), aset kripto terbesar di dunia itu masih bergerak di bawah level US$86.000, memperpanjang tren pelemahan selama lima hari berturut-turut dan membawa harga mendekati titik terendah Desember.

Aksi jual ini terjadi di tengah sikap pasar yang saling berlawanan.

Investor institusi mulai menarik dana dari produk investasi berbasis Bitcoin, sementara di sisi lain ada korporasi besar yang justru memperbesar kepemilikan aset digital tersebut.

Data SoSoValue mencatat, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar dana sebesar US$357,69 juta dalam satu hari pada Senin (15/12/2025).

Angka ini menjadi yang terbesar sejak 20 November lalu.

Arus keluar yang berlanjut berpotensi menambah tekanan pada harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Namun, arah berbeda ditunjukkan Strategy Inc. Perusahaan yang dikenal agresif mengoleksi Bitcoin itu kembali menambah cadangan.

Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, mengumumkan pembelian 10.645 BTC senilai sekitar US$980 juta.

Transaksi tersebut menyusul pembelian serupa pada pekan sebelumnya, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan meski pasar sedang bergejolak.

Sementara itu, psikologi pasar kripto kian memburuk.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan anjlok ke level 11, mendekati zona terendah akhir November.

Angka ini mencerminkan dominasi rasa takut ekstrem di kalangan pelaku pasar, seiring kekhawatiran akan kelanjutan tren penurunan.

Di tengah sentimen negatif tersebut, muncul sinyal yang sedikit menenangkan dari sisi makroekonomi Amerika Serikat.

Analis The Kobeissi Letter menyoroti penurunan tajam saldo Treasury General Account (TGA) ke kisaran US$78 miliar dalam sepekan terakhir.

Penurunan ini menjadi injeksi likuiditas terbesar sejak Juni.

TGA merupakan rekening kas utama pemerintah AS di Federal Reserve.

Ketika saldo TGA menyusut, dana mengalir ke sistem keuangan dan meningkatkan likuiditas pasar.

Selain itu, The Fed juga melakukan pembelian obligasi senilai US$40 miliar serta menginvestasikan kembali US$14,4 miliar dari pembayaran pokok surat berharga berbasis hipotek untuk membeli obligasi pemerintah.

Masuknya likuiditas bersih ini berpotensi membuat biaya pinjaman lebih murah dan mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk saham dan kripto.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.