MENU
BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penyebabnya Jelang...
WA FB
Sains & Teknologi

BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penyebabnya Jelang Lebaran 2026

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Mar 2026 | 20:39 WIB
BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penyebabnya Jelang Lebaran 2026
Ilustrasi cuaca panas. (gettyimages)

Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung), Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Pengaruh Dinamika Atmosfer

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer, baik skala global maupun regional. Beberapa di antaranya adalah fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta gelombang Rossby ekuatorial.

Kombinasi fenomena tersebut meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Selain itu, pola pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) yang terdeteksi di sejumlah wilayah turut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

Cuaca Jelang Lebaran 2026

BMKG memperkirakan kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan suhu yang tetap terasa panas masih akan berlangsung hingga periode Lebaran 2026.

Variasi cuaca diperkirakan terjadi di berbagai wilayah, sehingga masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas dengan cara memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.

Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca tetap diperlukan, terutama menjelang arus mudik Lebaran. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.