Transportasi Jadi Pendorong Inflasi Bulanan
Di sisi lain, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan kenaikan sebesar 0,99 persen dan andil 0,12 persen.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,11 persen serta bensin sebesar 0,02 persen,” jelas Ateng.
Sejumlah komoditas lain seperti minyak goreng, tomat, beras, dan nasi dengan lauk juga turut menyumbang inflasi.
Sebaran Inflasi di Daerah
Secara wilayah, BPS mencatat sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sementara 8 provinsi lainnya mengalami deflasi pada April 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.
Ekonom menilai melandainya inflasi pada April dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca Lebaran. Namun, risiko inflasi ke depan masih perlu diwaspadai, terutama dari faktor eksternal seperti harga energi global dan nilai tukar rupiah.
Tekanan harga diperkirakan dapat meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, LPG, serta berakhirnya diskon tarif transportasi udara.
Meski demikian, harga pangan berpotensi lebih stabil seiring masuknya masa panen yang dapat menekan harga sejumlah komoditas. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.