MENU
Cadangan Gas Raksasa 5 TCF Ditemukan di Kalimantan Timur, Pemerintah T...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Cadangan Gas Raksasa 5 TCF Ditemukan di Kalimantan Timur, Pemerintah Target Kurangi Impor Energi

N Editor : Nida | 22 Apr 2026 | 14:13 WIB
Cadangan Gas Raksasa 5 TCF Ditemukan di Kalimantan Timur, Pemerintah Target Kurangi Impor Energi
Ilustrasi lokasi gas (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id - Pemerintah mengumumkan temuan cadangan gas dalam jumlah besar di Sumur Geliga-1, Blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Penemuan ini memperkuat optimisme terhadap potensi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional maupun global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan gas yang ditemukan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/Tcf), disertai tambahan sekitar 300 juta barrel kondensat. Temuan ini berasal dari wilayah kerja yang dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, Eni.

“Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru, giant, dari sumur Geliga yang menghasilkan 5 triliun kaki kubik untuk gas, dan kita mendapat kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barrel minyak ekuivalen,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Secara resmi, Eni juga mengonfirmasi temuan tersebut dan menyebutnya sebagai penemuan cadangan gas raksasa di lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 70 kilometer dari daratan. Estimasi awal menunjukkan sumber daya gas sekitar 5 Tcf berada dalam reservoir hasil pengeboran sumur eksplorasi Geliga-1.

Sumur tersebut dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter dengan kedalaman air mencapai 2.000 meter. Pada interval target berumur Miosen, ditemukan kolom gas dengan kualitas reservoir yang dinilai sangat baik. Saat ini, uji alir sumur atau Drill Stem Test (DST) masih dilakukan untuk menilai potensi produksi secara lebih akurat.

Penemuan ini dinilai penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Di tengah tren global pengelolaan energi yang semakin ketat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengurangi ketergantungan impor energi melalui optimalisasi produksi dalam negeri.

“Di era kondisi dunia yang hampir semua sekarang menjaga cadangan mereka, kita bersyukur ini anugerah. Kita harus fokus mencari sumber-sumber energi baru,” kata Bahlil.

Selain gas, produksi kondensat dari temuan ini juga diproyeksikan mencapai ratusan ribu barrel per hari dalam beberapa tahap pengembangan. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi gas nasional secara signifikan hingga 2030, seiring pengembangan beberapa proyek hulu migas lainnya di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.