MENU
Cahaya Pertama di Rumah Ibu Atik Hadir dari Program PLN di Siantar
WA FB
Pematangsiantar

Cahaya Pertama di Rumah Ibu Atik Hadir dari Program PLN di Siantar

G Editor : Gunawan Purba | 11 May 2026 | 15:25 WIB
Cahaya Pertama di Rumah Ibu Atik Hadir dari Program PLN di Siantar
Ibu Atik, penerima bantuan dari program Gratis Penyalaan Listrik

Pematangsiantar, Sinata.id - Di sebuah rumah sederhana di Nagori Laras, Kabupaten Simalungun, Minggu siang kemarin menjadi momen yang tak akan terlupakan, seiring untuk pertama kalinya, lampu menyala terang di kediaman Ibu Atik.

Cahaya itu hadir dari program PLN berupa Gratis Penyalaan Listrik di Simalungun. Cahaya itu hadir setelah cukup lama menjadi harapan. Dan Minggu (10/5/2026), cahaya itu nyata datangnya.

Raut haru tak bisa disembunyikan. Mata Ibu Atik berkaca-kaca, senyumnya mengembang penuh syukur. Selama ini, keluarganya hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya menikmati listrik seperti warga lain.Kini, mimpi itu benar-benar hadir di depan mata.

Momen tersebut merupakan bagian dari program sosial bertajuk Light Up The Dream yang digagas oleh insan PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar.

Melalui donasi sukarela, program ini hadir untuk membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan akses listrik yang layak.

Bagi banyak orang, listrik mungkin sudah menjadi kebutuhan biasa. Namun bagi keluarga seperti Ibu Atik, kehadiran listrik adalah titik awal perubahan.

Malam hari yang dulu gelap, kini berubah menjadi lebih hidup, membuka peluang baru untuk beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Selama ini kami hanya berharap suatu saat bisa menikmati listrik sendiri. Saya sangat bersyukur, akhirnya bisa seperti warga lainnya,” ujar Ibu Atik lirih.

Kehadiran program ini juga disaksikan langsung oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, bersama Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani. Mereka turut melihat langsung dampak nyata dari bantuan tersebut bagi masyarakat.

Tak hanya pemasangan listrik gratis, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan paket sembako kepada 10 warga kurang mampu. Bantuan ini menjadi pelengkap perhatian PLN terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Mundhakir, program ini menegaskan bahwa peran PLN tidak berhenti pada penyediaan listrik semata. Lebih dari itu, PLN ingin hadir sebagai bagian dari solusi sosial bagi masyarakat.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka peluang dan harapan baru bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.