MENU
Citra Satelit Ungkap Reklamasi Baru Tiongkok di Kepulauan Paracel Laut...
WA FB
Dunia

Citra Satelit Ungkap Reklamasi Baru Tiongkok di Kepulauan Paracel Laut China Selatan

J Editor : Jansen Siahaan | 18 Jan 2026 | 15:33 WIB
Citra Satelit Ungkap Reklamasi Baru Tiongkok di Kepulauan Paracel Laut China Selatan
Ilustrasi Pulau Buatan. (traveloka)

Beijing, Sinata.id - Citra satelit terbaru mengungkap aktivitas reklamasi lahan baru yang dilakukan China di terumbu karang yang disengketakan di Kepulauan Paracel, Laut China Selatan.

Temuan ini menunjukkan indikasi kuat bahwa Beijing terus memperluas pos terdepannya di kawasan strategis tersebut.

Seperti dilansir Minggu (18/1/2026) berdasarkan citra satelit Sentinel-2 milik Badan Antariksa Eropa, aktivitas pengerukan pasir baru terdeteksi mulai pertengahan Oktober di Antelope Reef, sebuah formasi karang bawah laut di Paracel Barat. Lokasi ini berada sekitar 250 mil di sebelah timur Kota Hue, Vietnam, serta sekitar 175 mil di tenggara pangkalan angkatan laut China di Sanya, Provinsi Hainan.

Pengerukan tampak terkonsentrasi di empat titik utama di sisi timur dan selatan laguna Antelope Reef. Lahan tambahan diduga direklamasi di kedua sisi pos terdepan yang telah ada, termasuk di sekitar fasilitas pelabuhan. Langkah ini melanjutkan pola ekspansi Tiongkok yang sebelumnya juga terlihat pada awal 2020.

Reklamasi terbaru ini menyusul penguatan infrastruktur Tiongkok di Laut China Selatan, termasuk penempatan unit yang menyerupai sistem peperangan elektronik bergerak di tiga pulau militer di Kepulauan Spratly. Analisis citra satelit Desember lalu oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) sebuah proyek Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan bahwa langkah tersebut mencerminkan investasi strategis jangka panjang China di kawasan sengketa.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Vietnam terkait aktivitas pengerukan terbaru di Kepulauan Paracel. Namun, sengketa wilayah ini, ditambah dengan pengumuman sepihak China mengenai garis dasar teritorial baru di Teluk Tonkin, sebelumnya telah memicu kecaman keras dari Hanoi. 

Meski demikian, Vietnam cenderung mengelola protes secara hati-hati demi menjaga stabilitas hubungan diplomatik dengan China, yang merupakan mitra dagang utamanya. 

Klaim China dan Dampak Regional

China mengklaim kedaulatan atas sekitar 80 persen wilayah Laut China Selatan, termasuk Kepulauan Paracel yang juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. Sejak 2013, Beijing telah melakukan reklamasi lahan dalam skala masif dengan membangun 20 pos terdepan di Kepulauan Paracel dan tujuh pos di Kepulauan Spratly.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.