“Kami akan menerima aspirasi itu di DPR. Bahkan besok saya akan menerima mereka secara khusus,” tegasnya.
Pertemuan spontan di halaman Gedung Agung itu menjadi cermin bahwa suara rakyat bisa menemukan jalannya—bahkan di tempat yang paling simbolis. Di bawah bangunan bersejarah, keluhan dari pelosok negeri akhirnya terdengar, tanpa podium, tanpa jarak, hanya lewat keberanian untuk berbicara. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.