MENU
Danrem 022/PT Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran dan...
WA FB
Pematangsiantar

Danrem 022/PT Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran dan Dorong Ekonomi Lokal

J Editor : Jansen Siahaan | 24 Jan 2026 | 12:08 WIB
Danrem 022/PT Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran dan Dorong Ekonomi Lokal
Danrem 022/Pantai Timur, Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P bersama Wakil Pemimpin Umum Sinata,id Ferry SP Sinamo, SH, MH, CPM, CPArb. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah Republik Indonesia dinilai tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di daerah.

Penilaian tersebut disampaikan Komandan Resor Militer (Danrem) 022/Pantai Timur, Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., dalam diskusi santai bersama Tim Media Sinata.id yang dipimpin Wakil Pemimpin Umum Ferry SP Sinamo, SH, MH, CPM, CPArb, di Makorem 022/PT, Jumat (23/1/2025).

Dalam perbincangan yang berlangsung akrab, Danrem menanggapi berbagai pandangan publik yang menilai program MBG kurang efektif dan mengusulkan agar bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai.

Menurut Kolonel Sandi, pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama jika diterapkan di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses ekonomi dan infrastruktur.

“Program MBG ini sangat relevan, khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Saya pernah bertugas di Nias. Di sana, banyak anak harus berjalan kaki cukup jauh ke sekolah dan sering datang dalam kondisi lapar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan dalam bentuk uang tunai tidak selalu menjamin anak-anak memperoleh asupan gizi yang layak.

“Jika bantuan diberikan dalam bentuk uang, di daerah terpencil justru sulit dibelanjakan. Akses jalan terbatas, pedagang pun tidak selalu tersedia. Jadi uang tidak otomatis berubah menjadi makanan bergizi,” jelasnya.

Kolonel Sandi menambahkan, program MBG memastikan anak-anak menerima makanan sehat secara langsung di sekolah, mulai dari nasi, sayur, ikan, buah, susu, hingga menu bubur pada waktu tertentu.

Selain berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, program MBG juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Setiap dapur MBG membutuhkan banyak tenaga kerja. Ini membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi pengangguran, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tegas Danrem.

Tak hanya itu, sektor pertanian dan pangan turut merasakan manfaat dari keberlanjutan program ini. Petani sayur dan buah, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal memperoleh pasar yang jelas untuk menyalurkan hasil produksinya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.