MENU
Diduga Rencana Pembunuhan di Pematangsiantar Terekam CCTV, Korban Lapo...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Diduga Rencana Pembunuhan di Pematangsiantar Terekam CCTV, Korban Lapor Polisi

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Apr 2026 | 16:20 WIB
Diduga Rencana Pembunuhan di Pematangsiantar Terekam CCTV, Korban Lapor Polisi
Korban SZ menunjukkan bagian tubuhnya yang terluka. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang pria berinisial SZ (33) mengaku menjadi korban dugaan ancaman pembunuhan yang terekam kamera CCTV di sebuah warung kopi (warkop) yang sebelumnya ia kelola.

Dalam rekaman tersebut, disebutkan adanya percakapan yang mengarah pada rencana menghilangkan nyawa korban, termasuk upaya untuk menghilangkan jasadnya. Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (1/5/2026).

“Dari rekaman CCTV itu terdengar ada rencana pembunuhan, bahkan dibahas agar jasad tidak ditemukan,” ujar SZ saat ditemui, Selasa (7/4/2026).

SZ menjelaskan, permasalahan bermula dari kerja sama pengelolaan warkop dengan sistem bagi hasil. Namun, seiring berjalannya waktu, keuntungan usaha tersebut dinilai tidak sebanding.

“Total keuntungan hanya Rp61 ribu, itu pun belum termasuk biaya gaji pekerja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lahan dan bangunan warkop disewa oleh pihak lain berinisial IAT, sementara dirinya bertanggung jawab atas penyediaan bahan baku dan peralatan.

Selain persoalan usaha, konflik juga dipicu masalah tempat tinggal. Rumah yang ditempati SZ diketahui atas nama dr. JAS, sementara pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR) ditanggung oleh SZ.

“Rumah ini atas nama dr. JAS, tapi saya yang membayar KPR dan renovasi. Karena itu, mereka bersikeras atas kepemilikan,” jelasnya.

SZ mengaku telah menempati rumah tersebut selama sekitar satu tahun.

Diduga Berujung Pengeroyokan

Sebelumnya, SZ juga mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di teras rumahnya pada Minggu (5/4/2026) malam.

Ia menyebut sejumlah pelaku, di antaranya diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, yakni dr. JAS (dokter spesialis forensik), IAT (pegawai pajak di Tanjung Pinang), serta beberapa orang lainnya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 23.30 WIB, saat korban bersama keluarga sedang beristirahat. Tiba-tiba, rombongan pelaku datang menggunakan dua mobil dan memanggil korban dengan suara keras.

“Awalnya kami di dalam rumah, lalu mereka datang dan menggedor pintu,” ujar SZ.

Situasi kemudian memanas hingga berujung kekerasan. SZ mengaku menjadi sasaran pemukulan secara bersama-sama.

“Kepala saya dibenturkan ke dinding, lalu mereka memukul dan menginjak saya,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.