Suara Solidaritas di Kantor Palestina
Masih di hari yang sama, Sugiono melanjutkan diplomasi dengan menemui Riyad Mansour. Pertemuan ini berlangsung menjelang Sidang Dewan Keamanan PBB tentang situasi Timur Tengah.
Kepada Mansour, Sugiono menyampaikan kesiapan Indonesia untuk melangkah lebih jauh, termasuk kemungkinan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Sugiono.
Keduanya juga membahas implementasi Resolusi 2803 (2025), khususnya terkait pembentukan BoP dan rencana pengerahan International Stabilization Force di Gaza.
Jejak Sejarah, Harapan Masa Depan
Sugiono menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan amanat sejarah—sejak Dasasila Bandung 1955 hingga kini.
Mansour pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Sugiono. Baginya, Indonesia memiliki tempat khusus di hati rakyat Palestina karena konsistensi solidaritas yang tak pernah pudar.
Di tengah kompleksitas geopolitik global, langkah Sugiono di New York menjadi pengingat: diplomasi bukan sekadar pertemuan, tetapi jembatan harapan menuju perdamaian yang lebih adil. (Kemenlu/A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.