MENU
Banner SINATA.ID
Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Minta Pria Le...
WA FB

Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Minta Pria Lebih Waspada

Survei besar terhadap sekitar 1.200 pria menemukan bahwa 39 persen pria berusia 40 tahun mengalami tingkat impotensi tertentu secara rutin.

T Editor : Tigor Munthe 14 Jun 2026 | 11:41 WIB
Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Minta Pria Lebih Waspada
Ilustrasi disfungsi ereksi. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id – Disfungsi ereksi tidak hanya berdampak pada kehidupan seksual pria, tetapi juga dapat menjadi sinyal awal berbagai penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, diabetes, hingga demensia.

Para peneliti kini mendorong masyarakat dan tenaga medis untuk lebih memperhatikan gejala yang sering dianggap tabu tersebut.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa disfungsi ereksi merupakan masalah yang sangat umum terjadi. 

Survei besar terhadap sekitar 1.200 pria menemukan bahwa 39 persen pria berusia 40 tahun mengalami tingkat impotensi tertentu secara rutin. Angka tersebut meningkat menjadi 67 persen pada usia 70 tahun.

Menurut para ahli, ereksi yang sehat sangat bergantung pada aliran darah yang lancar ke penis. 

Karena pembuluh darah di penis termasuk yang paling kecil di tubuh, gangguan sirkulasi sering kali muncul lebih dulu di area tersebut sebelum gejala penyakit lain terlihat.

"Penis dapat menjadi barometer kesehatan pria secara keseluruhan," kata seksolog dari Universitas Roma Tor Vergata, Emmanuele Jannini, dikutip dari BBC, Minggu (14/6/2026).

Penelitian terbaru terhadap lebih dari 154 ribu orang menemukan bahwa pria yang mengalami disfungsi ereksi memiliki risiko 59 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan 34 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan pria tanpa gangguan tersebut.

Selain penyakit jantung, disfungsi ereksi juga memiliki hubungan kuat dengan diabetes tipe 2. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan saraf, sehingga mengganggu kemampuan tubuh untuk mempertahankan ereksi.

Peneliti dari Sant Pau Research Institute, Barcelona, Bogdan Vlacho, menyebut pria dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.

Tak hanya itu, beberapa penelitian juga menemukan adanya hubungan antara disfungsi ereksi dan peningkatan risiko demensia. 

Sebuah studi di Taiwan menunjukkan pria yang didiagnosis mengalami disfungsi ereksi memiliki kemungkinan 68 persen lebih tinggi mengembangkan demensia dalam periode tujuh tahun.

Meski demikian, banyak pria masih enggan mencari bantuan medis karena rasa malu. 

Pengobatan

Survei yang dilakukan The Urology Foundation di Inggris menunjukkan lebih dari separuh pria dengan disfungsi ereksi tidak pernah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait masalah tersebut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.