Kurs Dolar AS di Bank Masih Bertahan di Level Rp17.700
Sejumlah bank besar nasional juga masih mencatat kurs jual dolar AS di kisaran Rp17.700-an.
Berdasarkan pembaruan kurs e-Rate per 19 Mei 2026, Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs beli Rp17.700 dan kurs jual Rp17.720.
Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat kurs beli Rp17.695 dan kurs jual Rp17.735.
Adapun Bank Mandiri menetapkan kurs beli Rp17.670 dan kurs jual Rp17.700. Sedangkan Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kurs beli Rp17.635 dan kurs jual Rp17.665.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi tekanan eksternal dan domestik.
“Secara global, dolar AS menguat akibat suku bunga tinggi, yield obligasi AS, serta ketegangan geopolitik yang memicu risk-off dan pelarian modal,” ujarnya kepada media.
Menurut dia, tekanan domestik juga berasal dari tingginya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang dan impor, ditambah sentimen negatif setelah rupiah menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Nanang memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah dalam jangka pendek.
“Banyak analis melihat potensi uji ke sekitar Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS jika tekanan global dan domestik berlanjut,” pungkasnya.
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Khawatir
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan terhadap rupiah akan mulai mereda pada pertengahan pekan ini seiring berkurangnya tekanan di pasar obligasi.
Menurut Purbaya, pemerintah mulai masuk ke pasar obligasi secara bertahap dan diikuti investor asing sehingga tekanan di pasar keuangan diharapkan menurun.
“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan hasil positif dan mencerminkan fondasi ekonomi nasional yang masih kuat.
“Yang penting, laporan APBN sampai April hasilnya bagus dan di luar perkiraan para pengamat. Fondasi ekonomi kita betul-betul kuat,” katanya. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.