MENU
Donald Trump Ingin Caplok Greenland, Ketegangan Meningkat
WA FB
Dunia

Donald Trump Ingin Caplok Greenland, Ketegangan Meningkat

R Editor : Redaksi Sinata | 24 Dec 2025 | 09:17 WIB
Donald Trump Ingin Caplok Greenland, Ketegangan Meningkat
Keputusan Trump soal senjata ke Taiwan dinilai akan memengaruhi stabilitas kawasan Asia-Pasifik dan hubungan Washington–Beijing. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakuisisi Greenland kembali memicu ketegangan diplomatik internasional.

Dengan alasan stabilitas keamanan nasional, Trump menegaskan bahwa penguasaan atas wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark tersebut adalah sebuah "keharusan mutlak" bagi Negeri Paman Sam.

​Klaim Keamanan di Tengah Persaingan Global ​Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa kendali AS atas Greenland sangat krusial demi menjaga kebebasan dunia. Alasan utamanya bukan sekadar sumber daya alam, melainkan posisi strategis wilayah tersebut dalam menghadapi pengaruh Rusia dan Tiongkok.

​"Jika Anda memantau pesisir Greenland, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di mana-mana. Kita membutuhkannya demi keamanan nasional," tegas Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida (22/12/2025).

​Trump bahkan menunjukkan keseriusannya dengan menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland. Landry sendiri secara terbuka berjanji akan mengupayakan wilayah tersebut menjadi bagian dari kedaulatan Amerika Serikat.

​Reaksi Keras Denmark dan Greenland ​Langkah sepihak Washington ini memicu kemarahan besar dari Kopenhagen dan Nuuk. Perdana Menteri Greenland yang baru, Jens-Frederik Nielsen, memberikan pernyataan tegas melalui akun Facebook pribadinya sebagai respons atas wawancara Trump dengan NBC News.

​"Biar saya perjelas: Amerika Serikat tidak akan mendapatkan Greenland. Kami bukan milik siapa pun. Kami adalah penentu masa depan kami sendiri," ujar Nielsen.

Senada dengan itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, bersama Nielsen merilis pernyataan bersama yang menekankan bahwa pencaplokan wilayah di era modern adalah hal yang mustahil. Mereka menuntut AS menghormati integritas teritorial yang ada.

​Garis Merah Diplomasi ​Eskalasi semakin memuncak setelah Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, memanggil Duta Besar AS untuk memberikan penjelasan.

Rasmussen menyebut penunjukan utusan khusus oleh Trump sebagai tindakan yang "sama sekali tidak dapat diterima."

​"Kami telah menarik 'garis merah' yang jelas bersama perwakilan Greenland dalam pertemuan dengan pihak Amerika," tutur Rasmussen kepada TV2.

​Ringkasan Konflik:

Amerika Serikat menganggap Greenland aset strategis untuk membendung dominasi Rusia & Tiongkok. Greenland Menegaskan kedaulatan rakyat dan menolak menjadi komoditas politik. Denmark Mengecam pelanggaran integritas teritorial dan menuntut penghormatan diplomatik. []

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.