Pematangsiantar, Sinata.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan televisi Indonesia. Sosok robot kucing biru legendaris, Doraemon, dipastikan tak lagi menemani pemirsa setia RCTI.
Anime yang telah mengisi layar kaca nasional selama lebih dari tiga dekade itu resmi menghilang dari jadwal tayang sejak akhir Desember 2025.
Pantauan pada jadwal resmi RCTI+ menunjukkan bahwa Doraemon tidak lagi tercantum dalam daftar program harian sejak Senin, 29 Desember 2025 hingga Minggu, 4 Januari 2026.
Hilangnya Doraemon dari layar televisi nasional ini pun sontak mengundang reaksi emosional, terutama dari generasi 90-an yang tumbuh bersama Nobita dan kawan-kawan.
Di media sosial, kabar ini langsung viral. Banyak warganet mengungkapkan kesedihan dan nostalgia. “Doraemon itu teman pulang sekolah,” tulis seorang pengguna X. Akun @IndoPopBase bahkan menyebut berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI sebagai penutup perjalanan hampir empat dekade di televisi Indonesia.
Ikon Masa Kecil Lintas Generasi
Doraemon pertama kali hadir sebagai manga karya Fujiko F. Fujio pada 1969 di Jepang. Kisah robot kucing dari abad ke-22 yang membantu Nobita Nobi dengan berbagai alat ajaib ini kemudian menjelma menjadi fenomena global, termasuk di Indonesia.
Di RCTI, Doraemon menjadi tontonan wajib setiap akhir pekan dan sore hari. Tak sekadar hiburan, serial ini kerap menyelipkan pesan moral tentang persahabatan, kejujuran, dan tanggung jawab, sehingga dicintai anak-anak hingga orang dewasa.
Film layar lebar Doraemon pun menjadi tradisi tahunan sejak 1980, dengan judul-judul ikonik seperti Doraemon: Nobita’s Dinosaur, Stand by Me Doraemon, hingga Nobita’s New Dinosaur.
Meski film Doraemon masih dapat disaksikan di stasiun televisi lain dan platform digital, hengkangnya Doraemon dari RCTI dianggap sebagai akhir sebuah era di televisi konvensional Indonesia.
Kenangan itu semakin terasa emosional setelah wafatnya Nobuyo Oyama, pengisi suara Doraemon selama puluhan tahun, pada September 2024. Suara lembut Oyama menjadi bagian tak terpisahkan dari ingatan masa kecil jutaan penggemar.
Kini, layar kaca RCTI memang masih menyala, namun bagi banyak pemirsa, kepergian Doraemon meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan. Sebab, bagi mereka, Doraemon bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari perjalanan hidup. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.