“Saya meyakini korban anak-anak dalam bencana, seperti di Aceh-Sumatera, jumlahnya sangat banyak. Karena itu saya selalu meminta agar materi SAR bisa diberikan kepada anak-anak kita di sekolah,” ungkap Lokot.
Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana SAR di sejumlah daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pendidikan kebencanaan. Justru, edukasi sejak dini menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Ia menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mendorong penguatan kapasitas BMKG dan Basarnas agar memiliki dukungan dan kelengkapan yang ideal.
Melalui sinergi lintas sektor, penguatan edukasi, serta optimalisasi sistem peringatan dini, Komisi V berharap upaya mitigasi bencana tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian.
BMKG pun diharapkan berperan lebih luas, tidak sebatas memprediksi cuaca, tetapi juga aktif dalam penyebaran informasi kebencanaan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.