Jakarta, Sinata.id – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Rabu (11/3/2026).
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
“Untuk posisi Ketua OJK, Komisi XI DPR menetapkan Ibu Friderica Widyasari Dewi,” ujar Misbakhun kepada wartawan.
Selain menetapkan ketua, Komisi XI juga menentukan sejumlah posisi strategis lain di jajaran Dewan Komisioner OJK. Untuk jabatan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Komisi XI menunjuk Hernawan Bekti Sasongko.
Sementara itu, Hasan Fawzi ditetapkan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Komisi XI juga menetapkan dua pejabat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK serta Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Menurut Misbakhun, penetapan anggota Dewan Komisioner OJK dilakukan melalui musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis, kompetensi, serta profesionalitas para kandidat.
“Keputusan diambil secara musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan kompetensi dan profesionalitas masing-masing calon,” ujarnya.
Profil Friderica Widyasari Dewi
Friderica yang akrab disapa Kiki, sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK sebelum mengikuti proses seleksi di Komisi XI DPR.
Pada saat yang sama, ia juga menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.
Kiki menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2001. Ia kemudian melanjutkan studi ke California State University dan meraih gelar Master of Business Administration pada tahun 2004.
Selanjutnya, Kiki memperoleh gelar doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2019.
Perempuan kelahiran 28 November 1975 ini memiliki pengalaman panjang di sektor pasar modal dan industri keuangan.
Ia memulai karier di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2005 dan kemudian menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar BEI pada periode 2009–2015.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.