MENU
Banner SINATA.ID
Dulu Berasal dari Sisa Daging Jagal, Kini Tongseng Battembat Jadi Wari...
WA FB
Wisata & Kuliner

Dulu Berasal dari Sisa Daging Jagal, Kini Tongseng Battembat Jadi Warisan Budaya

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Jun 2026 | 10:20 WIB
Dulu Berasal dari Sisa Daging Jagal, Kini Tongseng Battembat Jadi Warisan Budaya
Ilustrasi Tongseng Battembat. (gettyimages)

"Pengaruh budaya Arab terlihat dari tradisi konsumsi daging. Namun cita rasa tongseng yang berkembang di Indonesia dibentuk oleh kekayaan rempah-rempah lokal sehingga menghasilkan karakter yang berbeda," jelasnya.

Diperkirakan Berkembang Sejak Abad ke-18

Secara historis, Tongseng Battembat diperkirakan mulai berkembang pada abad ke-18 hingga abad ke-19, ketika Cirebon mengalami pertumbuhan ekonomi pada masa kolonial Belanda.

Pada periode tersebut, aktivitas perdagangan meningkat pesat dan melahirkan berbagai inovasi kuliner berbasis daging. Selain Tongseng Battembat, sejumlah kuliner khas Cirebon lainnya seperti empal gentong dan empal asem juga berkembang pada masa yang sama.

"Kemajuan ekonomi saat itu mendorong masyarakat menciptakan berbagai makanan dari hasil pengolahan daging. Tongseng Battembat menjadi salah satu warisan kuliner yang lahir dari kondisi tersebut," kata Chaidir.

Hingga kini, kawasan Tengah Tani dan sekitarnya masih dikenal sebagai sentra kuliner berbahan daging. Deretan warung empal gentong, empal asem, dan tongseng masih mudah ditemukan di sepanjang jalur tersebut.

Jadi Identitas Wisata Kuliner Cirebon

Penetapan Tongseng Battembat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat dinilai bukan sekadar penghargaan terhadap sebuah makanan tradisional. Pengakuan tersebut juga menjadi upaya menjaga sejarah dan identitas budaya masyarakat Cirebon.

Chaidir berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada proses penetapan, tetapi juga melakukan langkah konkret untuk melestarikan dan mempromosikan Tongseng Battembat sebagai salah satu ikon wisata kuliner Jawa Barat.

Menurutnya, kuliner tradisional seperti Tongseng Battembat memiliki potensi besar untuk memperkuat daya tarik wisata budaya dan gastronomi di Cirebon. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.