Meski tertekan dalam jangka pendek, sejumlah bank dan analis masih mempertahankan pandangan bullish terhadap logam mulia dalam jangka menengah hingga panjang. Bank besar global seperti BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs bahkan memperkirakan emas berpotensi kembali menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, tekanan inflasi global, dan ekspektasi suku bunga rendah.
Namun, para pengamat pasar juga memperingatkan bahwa bertahan di bawah level US$5.000 terlalu lama justru bisa melemahkan minat pelaku bullish, sehingga risiko penurunan lebih jauh tetap menghantui. Ke depan, volatilitas diperkirakan tetap tinggi sampai likuiditas pasar kembali normal setelah Imlek usai. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.