MENU
Enam Makanan Penurun Risiko Kanker Usus, Penting untuk Pola Hidup Seha...
WA FB
Sains & Teknologi

Enam Makanan Penurun Risiko Kanker Usus, Penting untuk Pola Hidup Sehat

J Editor : Jansen Siahaan | 27 Mar 2026 | 06:00 WIB
Enam Makanan Penurun Risiko Kanker Usus, Penting untuk Pola Hidup Sehat
Ilustrasi kanker usus. (mandayahospitalgroup)

Pematangsiantar, Sinata.id – Kanker usus, atau secara medis dikenal sebagai kanker kolorektal, merupakan salah satu penyakit yang menyerang usus besar, rektum, atau keduanya.

Penyakit ini menjadi perhatian serius karena angka kasus dan kematiannya masih cukup tinggi, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan data Globocan 2012, angka kejadian kanker usus di Indonesia mencapai 12,8 per 100 ribu penduduk dewasa, dengan tingkat kematian sekitar 9,5 persen dari seluruh kasus kanker. Secara umum, risiko terkena penyakit ini diperkirakan satu dari 20 orang.

Saat ini, kanker usus besar menempati peringkat ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak, baik secara global maupun nasional. Meski kerap ditemukan pada kelompok usia 50–60 tahun, sekitar 30 persen kasus di Indonesia justru terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Hal ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini sejak lebih awal.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap munculnya kanker usus adalah pola makan yang tidak sehat, seperti rendahnya asupan serat serta tingginya konsumsi makanan berlemak dan berpengawet. Selain faktor genetik, gaya hidup terutama pola makan memegang peran penting dalam meningkatkan atau menurunkan risiko penyakit ini.

Oleh karena itu, berikut enam jenis makanan yang direkomendasikan untuk membantu menurunkan risiko kanker usus:

Susu dan Produk Olahannya

Produk susu kaya akan kalsium yang diyakini dapat menekan pertumbuhan sel abnormal di usus, seperti polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Bagi penderita intoleransi laktosa, suplementasi kalsium dapat menjadi alternatif dengan konsultasi dokter.

Biji-bijian Utuh (Whole Grains)

Makanan seperti oatmeal, roti gandum, dan beras merah mengandung serat serta magnesium tinggi. Studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa konsumsi 10 gram biji-bijian per hari dapat membantu menurunkan risiko kanker usus hingga 10 persen.

Polong-polongan

Kacang-kacangan seperti kedelai, lentil, dan kacang merah kaya akan serat, vitamin, serta antioksidan. Kandungan flavonoid di dalamnya berperan dalam menghambat pertumbuhan tumor.

Sayur dan Buah Berwarna

Sayuran dan buah dengan beragam warna mengandung fitokimia yang mampu melawan peradangan dan menghambat perkembangan sel kanker. Brokoli, kol, serta buah tinggi vitamin C seperti jeruk menjadi pilihan yang dianjurkan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.