Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung mengatakan inflasi Sumut pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,35% (yoy), sebelumnya yang berada pada angka 2,92%.
Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 0,57%, tomat 0,29%, beras 0,24%, cabai merah 0,18%, dan ikan dencis 0,16%.
“Ini menjadi catatan kita bersama. Dari delapan kota indeks harga konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 5,35% dan terendah di Kabupaten Karo sebesar 3,98%. Tadi kita sudah sidak ke pasar yang menjadi titik barometer,” ujarnya.
Poppy mengatakan Pemprov Sumut telah menetapkan roadmap pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Strategi tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menekan gejolak komoditas pangan.
“Kita juga telah melakukan KSO untuk komoditas cabai merah dengan Kabupaten Karo. Namun tidak dipungkiri kerjasama bukan hanya komoditas cabai merah,” pungkasnya. (A07)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.